Pungut Biaya Rp 480.000 Persiswa Kepsek SMPN 16 Kota Bekasi Diduga Pungli

Kota Bekasi, SKPKNews.com – Sekjen LSM Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI-TPK) Hotlan Parlaungan S. Minta Walikota Bekasi evaluasi kegiatan LDKS dan tindak kepala sekolah yang bermain-main dengan uang Pungutan yang tidak jelas kegunaannya.

Rapat komite sekolah SMPN 16 dengan orang tua murid tentang LDKS (latihan kepemimpinan dasar siswa) belum di sepakati tetapi lokasi sudah ditentukan sebelumnya. Yaitu daerah loji Karawang. rapat komite dengan para orang tua siswa adalah modus lama yang masih di pertahankan untuk mencapai suatu tujuan yang mana peruntukan berguna untuk siswa tetapi menjadi momok kepada orang tua.

Sehingga apapun bentuk kesepakatan tersebut terkesan di paksakan dan jujur sebagian orang tua banyak yang tidak bersedia menyetujui namun karena takut apabila tidak setuju berdampak negatif terhadap anak.

Kegiatan LDKS yang dilakukan oleh SMPN 16 Kota Bekasi di adakan di daerah loji dengan biaya Rp 480.000 persiswa di bebankan kepada orang tua murid terkesan di paksakan dan dianggap mahal. Sebagai pembandingan yang kita dapatkan dari beberapa sekolah misal nya SMPN 41 dan SMPN 25 Kota Bekasi, dimana mereka hanya di bebankan Rp .400 .000 persiswa dengan kegiatan dan durasi yang sama. kenapa SMPN 16 lebih mahal menjadi pertanyaan buat wali murid, banyak orang tua murid yang mengetahui hal ini sehingga kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakyat yang ikut berperan aktif mengontrol dan mengawasi kinerja aparatur negara sesuai dengan UU yamg berlaku di Indonesia.

Apalagi menyangkut adanya tindak pidana korupsi dan tindak pidana pungli yang dilakukan oleh aparatur sipil negara yang diduga sudah salah menggunakan jabatan nya melakukan keuntungan pribadi dengan cara KKN melakukan pungutan liar (PUNGLI) didalam sekolahan.

Kita melihat kegiatan LDKS SMPN 16 Kota Bekasi tidak transparan dan akuntable kami patut menduga terjadi korupsi, menurut narasumber dan informasi dilapangan yang layak di percaya bahwa kegiatan tersebut hanya memakan biaya Rp 260.000 persiwa berikut konsumsi yang disetorkan kepada pihak pengelola di loji ditambah honor dari walikelas, itupun tidak ada transparan oleh karena itu kami anjurkan semua pengambil keputusan dalam hal ini agar bertanggung jawab atas dana yang dikumpulkan dari orang tua murid secara terbuka, data yang kami peroleh sekitar 400 siswa yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, besar dugaan kami terkumpul ratusan juta rupiah uang orang tua sehingga dugaan kami para pihak yang mengumpul uang tersebut Para pihak yang mengumpul kan tidak bisa mempertanggung,kami minta juga sekolah lain agar berhati-hati,dalam hal pengelolaan keuangan sekolah, baik (BOB). (BOS) dan yang mengatas namakan Koperasi sekolah semua ini akan kami telusuri dan terjun kan Tim apabila kedapatan bersalah dan melakukan penyimpangan kami tidak segan-segan akan melaporkan nya kepada pihak berwajib mengenai temuan dilapangan,Ungkap Hotlan kepada SKPKNews .co

Hal ini merupakan acuan kami LI-TPK karena intruksi presiden bapak Jokowi agar mengawasi sekolahan yang masih nakal dan melakukan pungutan liar (PUNGLI) dan menggunakan Dana sekolahan keluar jalur melakukan Tindak Pidana Korupsi yang tidak sesuai peruntukannya, Tutup Hotlan.

(Alred03)

Leave a Reply

%d bloggers like this: