Sepertinya Himbauan Polisi Kepada Debt Collector Alias Mata Elang Tidak Berlaku.

Manado, SkpkNews.com – Pada hari Jumat tgl 1 November 2019 telah terjadi perampasan oleh 5 orang Debt Collector Alias Preman yang Dipelihara sebuah perusahaan leasing PT. FIF yang bekerjasama dengan PT. Elang Perkasa Manado tepatnya Malalayang Manado. Kejadiannya dimana Kelima orang yang mengaku dari Depkolektor dari PT. FIF langsung memberhentikan secara paksa sepeda motor Honda BEAT warna putih Tahun 2018 yang dikendarai oleh Juan Carlo Umboh dan mereka memaksa dan melakukan ancaman agar Juan Carlo Umboh menyerahkan kendaraannya. Dan Juan Carlo Umboh yang masih berusia 14 Tahun itupun ketakutan apalagi dia dipaksa menananda tangani satu lembar kertas yang mana Juan Carlo sendiri tidak tahu apa isi surat tersebut ungkap jiffry Umboh Orang tua korban saat dikonfirmasi skpknews.com melalui telepon seluler hari ini senin tgl 4 Nopember 2019.

Menanggapi hal tersebut Bambang S.SH Ketua LITPK Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi saat dikonfirmasi mengatakan sangat menyayangkan tindakan Debt Collector yang seharusnya tidak melakukan penarikan paksa terhadap seorang anak kecil yang belum tau apa apa. Hal ini jelas masuk kategori perampasan karena Kapolri sudah mengatakan dengan tegas bahwa Debt Collector tidak punya hak melakukan penarikan terhadap benda jenis apa pun juga baik mobil ataupun sepeda motor. Jika ingin melakukan penarikan harus dibuktikan dengan membawa surat keputusan pengadilan dan harus didampingi Polisi dalam melakukan penarikan jika itu tidak ada maka jelas itu perampasan dan jelas pidana.

Maka kami berharap pihak Polsek yang menerima laporan tentang perampasan yang dialami Juan Carlo Umboh segera mengambil tindakan hukum terhadap kelima orang yang mengaku dari PT.FIF.

Jelas ini kejahatan dan meresahkan masyarakat jika para Debt Collectorr masih tetap digunakan perusahaan untuk menarik paksa kendaraan yang menunggak hal ini sangat tidak dibenarkan pungkas Bambangs.SH di ruang kerjanya di Jakarta Timur. Berdasarkan. STPL/492/XI/2019/Sulut/SPKT/Sek Urban/MllYg. Kami berharap pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini Jiffry Umboh sebagai orang tua korban yang sekarang sedang berada di Samarinda Kaltim mengecam keras terhadap pihak Debt Collector dan meminta pihak Polsek Urban agar segera melakukan penangkapan terhadap kelima orang yang diduga suruhan PT.FIF yang melakukan perampasan sepeda motor miliknya. Jika pihak polsek tidak juga melakukan penangkapan terhadap kelima orang preman suruhan PT.FIF maka saya akan lapor ke Paminal Polda Sulut dan Mabes Polri ungkap nya dengan nada kesal karena dia yakin pihak Polsek Urban tahu siapa siapa pelakunya. (Jiffry)

Leave a Reply

%d bloggers like this: