Berawal Dari Success Fee DR. T.P Jose Silitonga.SH.MA Gugat Ny. Grace Loekman Dan Anthony Sumitro Rahardjo Ke PN Jaksel

Jakarta, SKPKNews.com – Sidang dibuka untuk umum dengan perkara perdata No: 147/Pdt.G/2019/PN.Jkt sel. Oleh ketua majelis hakim Mery Taat Anggarasih., SH., MH, Krisnugroho S P. SH.,MH., Zulkifli.,SH., MH.

Berawal dari perkara di PN Bekasi mengenai Apartemen Mutiara Bekasi milik PT. Gayaland perseteruan antar Jose Silitonga.SH.,MA. dengan Grace Loekman dan Anthony Sumitro Rahardjo berlanjut mengenai success fee yang belum diterima oleh Jose Silitonga.SH.,MA.

Keterangan dari penggugat DR.T.P Jose Silitonga,SH.,MA. Mengenal tergugat I Ny. Grace Loekman II Anthony Sumitro Rahardjo pada tahun 2009 dan menangani bermacam perkara terhitung sudah menangani perkara sebanyak 35 perkara sampai selesai dan tergugat menjanjikan success fee/bonus yang besar bila berhasil dan ditanggal 24 Januari 2011 tergugat menulis surat kuasa khusus terkait dengan penandatanganan surat kuasa khusus tersebut, tergugat I dan tergugat II di waktu dan tempat yang terpisah berjanji akan membayarkan sejumlah biaya jasa hukum, biaya lainnya serta success fee yang gede, penggugat sebagai Advokat,sesuai surat kuasa khusus yang sudah di sepakati tergugat.

Hingga penggugat harus mengajukan upaya hukum di PN Jakarta Selatan karna tergugat I. Ny. Grace Loekman. Tergugat II. Anthony Sumitro Rahardjo tergugat III.Otje P. Yasin. SE., MM.,dan tergugat IV.  PT. Satria Tri Perkasa sampai saat ini belum membayar Success Fee yang dijanjikan pada saat penggugat T.P Jose Silitonga.SH.,MA menjadi Kuasa Hukum atau Advokat tergugat.

Dr. Jose Silitonga.SH.,MH. Menggugat success fee mengenai perkara yang diselasaikannya atas sertifikat hak guna bangunan nomor : 1762/Grogol Utara atas nama Grace Loekman seluas 756 M2,Gambar situasi tanggal 10-12-1990 No. 3283/1990 berakhir tanggal 13-14-2010 yang terletak di jalan permata hijau Jakarta Selatan dan setelah di cek bahwa rumah tersebut belum pernah kami perjual-belikan atau menjaminkan dalam bentuk apapun kepada pihak lain. Namun setelah kroscek oleh Jose ternyata rumah tersebut sudah di jadikan barang jaminan atas fasilitas kredit PT. Satria Tri Perkasa di PT. Bank Hastin Internasional pada tahun 1998 sebesar Rp.8.200.000.000 (delapan milyar dua ratus juta rupiah) dengan alasan tergugat lupa karna sudah lama, dan padahal rumah tersebut sudah menjadi milik aset kekayaan negara. terkait BLBI, Ucap Jose.

Lanjut dipersidangan pada saat kuasa hukum penggugat Dhana Anggoro.SH dan Hulman Sinaga.SH. Dalam keterangan saksi Tigor Leonardo Manik. SH, di persidangan PN jaksel mengatakan saksi bekerja sebagai kuasa hukum dari tahun 2009 dan sama-sama juga dengan DR.H.P Panggabean, M.SI., Mantan Hakim Agung menagani perkara Apartemen Mutiara di bekasi, namun saksi bersama tergugat pernah bekerja sama dan mengetahui belum dibayar atau menerima succes fee tersebut,tanggal 11/11/2019.

Saksi menambahkan kalau antara pak Jose Silitonga dan Anthony Sumitro Rahardjo pada waktu itu karena kedekatannya seperti saudara dan saling percaya mengenai success fee tetapi saya juga kaget mendengar persoalan pak Anthony Sumitro Rahardjo dan istrinya Grace Loekman dan pak jose sampai bisa keranah hukum dan menggugat success fee nya belum dibayar.

Pada saat kuasa hukum tergugat Nur Riyanto Hamzah.SH.,MH., Mkn. mempertanyakan pada saksi ada dua surat kuasa hukum khusus pertanggal 24 Januari 2014 dan 23 Mei 2011 bahwa penggugat mendapatkan gaji perbulan dari PT. Gayaland, Namun persoalan itu disanggah oleh majelis hakim karna bukan ke ranah materi perkara yang sedang berjalan di PN Jaksel dan anehnya kuasa hukum tidak tahu persis dan tidak kenal Prinsipalnya yang lebih tau dan dekat adalah Bayu. Ucap Nur kepada awak media.

Dari fakta-fakta di persidangan saksi Tigor Manik.SH, mengetahui kalau penggugat DR.T.P Jose Silitonga.SH.MA.,hanya meminta hak biaya jasa hukum/ success fee agar dikeluarkan oleh tergugat dari itu minta kepastian hukum agar PN Jaksel benar-benar menelaah berkas yang diajukan oleh penggugat. sehingga tidak menjadi Preseden Butuh dikemudian hari.

Menurut UU Pasal 51 UUK menyebutkan bahwa, Perjanjian Kerja dapat dibuat baik secara “TERTULIS” ataupun “LISAN”, sehingga untuk kasus yang Saudara alami dapat diasumsikan bahwa Perjanjian Kerja antara saudara dengan pemberi Kerja bisa dibawa keranah hukum. Dan dalam pasal perjanjian lisan atau kontrak lisan adalah sebuah kontrak yang telah disetujui secara lisan di Indonesia, Demikian juga pada pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum perdata (KUH Perdata) sama sekali tidak mewajibkan agar suatu perjanjian dibuat secara tertulis, sehingga perjanjian lisan juga mengikat secara hukum.

Selesai persidangan awak media SKPKNews.com mewawancarai sebagai penggugat DR. T.P Jose Silitonga.SH.,MA., mengatakan kalau persoalan Success fee sempat mediasi DI PN JAKSEL namun tergugat tidak mau tetap kokoh melanjutkan persoalan success fee ke pengadilan.

Jose menambahkan pada saat menangani perkara lain, Anthony menjanjikan akan memberikan apartemen mutiara bekasi sebagai upah success fee Yaitu perkaranya dengan Budiman efendi namun penandatangan penyerahan ditunda-tunda. Kemudian pada saat Jose meminta success fee atas perkara lainnya, kantor digembok dan dibeckingi pengacaranya Bayu dan Apartemen yang di huni oleh Jose sebagai Succes Fee di Apartemen Mutiara Bekasi tersebut dibikin tidak nyaman listrik dan Air Pam diputus Anthony Sumitro Rahardjo. sekarang Jose baru tahu bahwa ternyata Anthony dan Grace Loekman Adalah pembohong, Negara dibohongi, TUHAN Pun dibohongi karena Anthony mengatakan demi TUHAN tidak pernah menjaminkan Objek perkara. Ungkap Jose.

(Alred03)

Leave a Reply

%d bloggers like this: