Proyek Yang Diduga Asal Jadi

Ketua GEMANTARA Labuhanbatu Duga Proyek Peningkatan Jalan Hj. Ellya Rosa Kelurahan Negri Lama Asal Jadi

Labuhanbatu, SKPKNews.com  – Proyek peningkatan Jalan HJ. Ellya rosa di Kelurahan Negri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu yang diduga kurang lebih sepanjang 400 meter. Selaku Pelaksana CV. PUTRA GAMAK, sumber Dana APBD 2019 dengan nilai Kontrak 1.058.511.800 sesuai dengan data di plang proyek tidak diketahui volume ketebalan proyek tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat tidak mengetahui dengan jelas volume pelaksanaan kerja peningkatan jalan serta panjang keseluruhan peningkatan jalan di jalan pembangunan tersebut.”Kami bingung juga bagaimana proses pengerjaanya dilapangan ucap Puat (27) warga jln pembangunan, sehingga warga merasa kesal akibat bangunan peningkatan jalan yang diduga asal jadi serta ketebalan tidak sesuai dengan rab.

Lanjut, pada hari selasa (19/11/2019) akibat adanya desakan yang dilakukan oleh warga terhadap proyek peningkatan jalan tersebut yang diduga ketebalan badan jalan tidak sesuai sehingga pihak Pelaksana mengadakan tindakan dengan cara penempelan ulang terhadap coran badan jalan tersebut dengan pasir yang diaduk dan dicampur semen tanpa batu krikil.

Senada dengan keterangan Putra (25) dan beberapa warga Jalan pembangunan Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu meresa kecewa sebab dianggap bangunan proyek peningkatan jalan tersebut diduga asal jadi.”ia bang kami juga tidak tahu siapa pemborong dan siapa pengawas dalam pekerjaan ini, tandasnya.

Kalau begini caranya bagaimana masyarakat bisa mengawasi proyek ini? Dan bagaimana masyarakat bisa tau Volume proyek peningkatan jalan tersebut,” ucap putra selaku masyarakat setempat kepada Jurnalis, Selasa (19/11/2019).

Ditempat yang berbeda Ketua Gemantara Labuhanbatu angkat bicara “Jelas penyampaian informasi bisa menggunakan papan pengumuman dan media lainnya yang mudah di akses dan diketahui masyarakat.

Terangnya Karena itu, untuk memenuhi hak masyarakat, seharusnya pelaksana : CV PUTRA GAMAK memberikan informasi yang jelas di papan plang proyek mengenai Volume pekerjaan yang sedang dikerjakan sesuai dengan aturan Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik,” ujar candra Sirait.

Chandra Sirait SH selaku Ketua Gemantara Labuhanbatu juga menambahkan, Seharusnya Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu sebagai pengguna jasa Anggaran harus mengawasi dan mengepaluasi kembali pekerjaan pembangunan hasil pantauan awak media dengan alasan dana yang dikucurkan Milyaran Rupiah pekerjaan penyedia Jasa. Apalagi saat ini APBD Labuhanbatu sedang diluncurkan dalam bentuk pekerjaan Proyek fisik hingga daerah pantai dalam anggaran tahun 2019.

Sawal di Dinas PUPR (Pekerjaan umum dan Penataan Ruang) saat diminta tanggapannya tentang pekerjaan yang dimaksud Red melalui WhatsApp nya tidak membalas, sampai berita ini dinaikkan redaksi.

(tim/ed. Darwin Situmeang)

Leave a Reply

%d bloggers like this: