Pembangunan Pabrik Pusri-IIB (Amonia) Diduga Bermasalah

Palembang (MIK-19) Sukses mengatarkan Jokowi kembali jadi Presiden RI yang kedua kali, kini Projo menjadi Organisasi Masyarakat yang tetap berada digaris rakyat, dan akan membongkar semua yang tidak pro terhadap rakyat termasuk tindakan korupsi atau penyimpangan dalam bentuk apapun, hal ini tegas disampaikan Ketua DPD Projo Sumatera Selatan, Feriyandi. SH, Minggu (24/11) di Palembang.

Feri mengatakan, “ Sesuai dengan prinsip keterbukaan dalam negara demokrasi yang memberikan hak kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tindakan diskriminatif mengenai pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, maka pada kesempatan ini kami membongkar dugaan Penyimpangan Pembangunan pabrik PT. Pusri-IIB (Amonia”, kata Feri.

Dijelaskan bahwa pihak DPD Projo Sumsel memiliki data yang akurat, “ Berdasarkan data yang kami punya atas kegiatan pembangunan pabrik pupuk Pusri-IIB pada PT PSP tahun 2013-2016 menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku pada Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-09/MBU/2012 tanggal 6 Juli 2012” jelas Feri.

“ Kontrak EPC antara PT PSP dan PT Rekayasa Industri (PT Rekind) – Toyo Engineering Corporation (TEC) No. 369/SP/DIR/2012 tanggal 14 Desember 2012 (Kontrak EPC) dan  Standard Operating Procedure Change Order Nomor P2B-00-80-PE-0010.C diduga juga dilanggar,” ucap Feri.

Atas pembangunan pabrik pupuk Pusri-IIB pada PT PSP PDP Projo Sumsel menyimpulkan ada beberapa dugaan menyimpangan diantaranya Penyelesaian klaim change order atas pembangunan pabrik pupuk Pusri-IIB tidak memadai, sehingga berakibat PT PSP berpotensi menanggung biaya klaim CO, Selain itu terdapat keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek pusri-IIB (extension of time) mengakibatkan cost overrun atas beban bunga sebesar Rp.305.127,67 juta dan kehilangan kesempatan penghematan penggunaan bahan baku gas dan ammonia.

Selanjutnya juga disimpulkan bahwa PT PSP belum memperhitungkan penyesuaian nilai pekerjaan tambah ke PT Rekind atas pembangunan saluran drainase di sisi selatan pabrik Pusri-IIB (sisi utara pabrik UBS) sebagai dasar perhitungan kompensasi pekerjaan drainase yang tidak dilaksanakan oleh PT Adhi Karya sebesar Rp.826,23 juta.

Wakil Ketua I PDP Projo Sumsel, Hidayat Komsu menambah Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam Pasal 41 ayat (5) dan Pasal 42 ayat (5) menegaskan bahwa tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi perlu diatur dengan Peraturan Pemerintah. Peran serta masyarakat tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan hak dan tanggungjawab masyarakat dalam penyelenggaraan negara yang bersih dari tindak pidana korupsi.

Di samping itu menurut komsu, dengan peran serta tersebut masyarakat akan lebih bergairah untuk melaksanakan kontrol sosial terhadap tindak pidana korupsi.  Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi diwujudkan dalam bentuk antara lain mencari, memperoleh, memberikan data atau informasi tentang tindak pidana korupsi dan hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggungjawab terhadap pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Namun Saat Media mencoba mengklarifikasi informasi tersebut melalui Komisaris Independen H.M Najib Matjan, Belum bisa Berkomentar banyak karena habis menjalani operasi, “ maaf mas, silahkan konfirmasi ke pihak manajemen PT Pusri karena saya habis menjalani operasi,” jawab najib melalui chat wathsapp    di nomor 0812713680xx.

Hingga berita ini diturun, Direktur Utama  PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro melalui Manajer Humas, Hernawan L. Sjamsuddin saat media melakukan kembali konfirmasi di nomor Wathsapp  dan Telpon Selulernya di Nomor 0811714xxx belum ada respon (SF)

Leave a Reply

%d bloggers like this: