Diduga Sarat Korupsi, Proyek Di Labuhanbatu Akan Dilaporkan

Diduga Sarat Korupsi, Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Pasar III Kelurahan Negri Lama Kabupaten  Labuhanbatu Akan Dilapor Ke Penegak Hukum

Labuhanbatu, SKPKNews.com – Proyek peningkatan jalan di Pasar III Lingkungan Pirbun, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dikerjakan oleh CV Adit Sejahtera dengan menelan anggaran sebesar Rp. 416. 200.000 (Empat Ratus Enam Belas Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019 diduga asal siap.

Berdasarkan hasil Investigasi di lapangan, Selasa (19/11/2019) pengerjaan Proyek peningkatan jalan di Pasar III Lingkungan pirbun yang seharusnya menggunakan batu split atau batu pecah malah menggunakan sertu pasir serta batu yang didugadidugakan tidak sesuai dengan rujukan keharusan.

 

“coba lae lihat sendiri, ngeri kali kan lae cara pengerjaannya, tampak sesuka hati mereka saja mengerjakan peningkatan jalan tersebut. Apa mereka anggap warga sini gak paham,” ucap H salah satu warga lingkungan tersebut kepada Jurnalis.

Menurut H, diduga selain tidak menggunakan batu pecah, air yang digunakan untuk mengaduk campuran semen pasir dan batu diduga menggunakan air parit, serta pasir tidak di ayak lalu pasir yang digunakan juga bukan pasir kasar, namun pasir halus alias pasir timbun.

Lanjut ,”Lalu coba lae lihat bagian pinggir badan jalan itu, tampak berongga dan tidak padat. Diduga tidak mengunakan pondasi yang baik dan bentuk posisi bangunan tersebut besar keatas dan mengerucut kebawah, Sehingga diduga tidak sesuai dengan ukuran. Apakah hal tersebut diperboleh kan?? Harapan warga kiranya bapak Kepala Dinas PUPR kab labuhanbatu dan bapak Bupati Labuhanbatu dapat melakukan pengawasan lebih ketat dan rutin sehubungan dengan pekerjaan proyek tersebut,Tandasnya.

“Mana pelaksana dan pengawas peningkatan jalan lingkungan pasar III ini? Apa tidak dicek dulu materialnya oleh pengawas? Bener gak material yang kalian gunakan. Saat jurnalis bertanya kepada pekerja atas nama R I alamat padang matinggi. Kami hanya pekerja bang,jawabnya

Lanjut, ketika jurnalis bertanya soal ketinggian coran, pekerja menjawab 20cm bang ucapnya, namun ketika disinggung dengan lobang TURAP yang diduga tak ada dan tempat yang akan di COR tidak di ratakan terlebih dahulu, maka Kepala tukang tersebut tidak dapat menjawab dan berkebetulan saat itu selaku Kepala Lingkungan III berada di lokasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Badan Eksekutif Gema Nusantara Cabang Labuhan Batu, Chandra Sirait SH, mengatakan, bahwa pekerjaan proyek yang berbentuk fisik seharusnya tepat anggaran, tepat guna serta tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat nikmati peningkatan jalan tersebut dengan waktu yang lama.

Ditanya soal adanya dugaan korupsi pada proyek itu, ketua ormas yang di kenal vokal menyuarakan kepentingan masyarakat itu mengatakan, ”Kita akan turun langsung ke lokasi dan bila benar diduga ada temuan tersebut, kita tidak akan segan – segan untuk melaporkan ke pihak kejaksaan, kepolisian dan dinas yang bertanggung jawab,” katanya. Selasa (21/11/2019).
kepentingan masyarakatPekerjaan umum dan Penataan Ruang) saat diminta tanggapannya tentang pekerjaan yang dimaksud Red melalui WhatsApp nya tidak membalas, sampai berita ini akhirnya dinaikkan redaksi.

(Tim )

Leave a Reply

%d bloggers like this: