Kadisdik Kabupaten Rokan Hilir Dan Tokoh Masyarakat, Membenarkan Pembangunan SMPN 6 Secara Swadaya

Rokanhilir, SKPKnews.com-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Rokan Hilir merespon positif atas pembangunan gedung SMPN 6 Bangko Pusako secara swadaya, yang diprakarsai oleh komite beberapa hari lalu.

Kadisdik Rokan Hilir Drs. Rusli Syarif M. Si, Kamis (28/11/19) menjelaskan selagi dia pelaksanaannya sumbangan, yang melakukan ini adalah komite, tidak ada permasalahan, dengan cara komite mengundang seluruh wali murid dan membuat berita acara uang itu untuk apa, dan harus transparan, misalnya seperti membangunan Musholah dan ruang belajar.

“Masyarakat juga berhak ikut berpartisipasi meningkatkan mutu pendidikan, nah mungkin mereka melihat disini fisiknya kurang, mereka berinisiatip dan komite yang melakukan bukan kepala sekolah, sumbangan tetapi tidak mengikat,” jelasnya.

Di tahun 2020 ini melalui dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dinas pendidikan Kabupaten Rokan Hilir akan melakukan pembangunan 6 lokal tambahan, penambahan lokal SMPN 6 Bangko Pusako bukan tanpa alasan, satu lokal dibagi menjadi dua ruangan, sementara jumlah murid 472, berarti ada 16 ruang belajar, artinya sekolah tersebut harus mempunyai 16 kelas.

Tokoh masyarakat Kepenghuluan Bangko Sempurna dan juga mantan anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir Marusaha, Kamis (26/11/19) menjelaskan bahwa pembangunan ruang kelas belajar serta Musholah SMPN 6 Bangko Pusako berawal dari niat yang tulus, melihat kondisi memang saat ini memperihatinkan.

“Tentu kita sebagai masyarakat, termasuk saya juga sebagai orang tua murid, memang secara tanggung jawab sebenarnya pemerintah, namun kita juga sebagai masyarakat tidak bisa hanya bertopang kepada pemerintah, saya rasa tidak salah juga bagi masyarakat yang memang punya kemampuan ataupun aspirasi pemikiran demi kemajuan pendidikan diwilayah tempat tinggal kita,” ujarnya.

Lanjutnya, bagaimana supaya pendidikan itu berjalan sesuai dengan aturan dan peraturan yang ada tentu bermusyawarah, rembuk antara wali murid tentu tidak terlepas juga dihadiri oleh ketua komite, pihak komite ada satu kesepakatan musyawarah yang mana masyarakat siap membantu secara swadaya, agar bisa menambah Ruang Kelas Baru (RKB) untuk lebih maksimal buat anak anak untuk belajar, dan antara guru dan murid lebih singkron.

(ATG)

Leave a Reply

%d bloggers like this: