Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan Pendidikan Dusun II Desa Meranti Paham Diduga Asal Asalan Sehingga Terkesan Tidak Ikuti Aturan Dinas PUPR.

Labuhanbatu, SKPKNews.com –  Proyek peningkatan Jalan Pendidikan Dusun II Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu di kerjakan oleh CV. DIAN TASYA dengan menelan anggaran sebesar Rp. 532.000.000. (Lima Ratus Tiga Puluh Dua Juta Rupiah) bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019 diduga asal asalan sepertinya tidak diawasi dengan ketat oleh pihak pengawas dari PUPR Labuhanbatu, sehingga diduga sesuka hati pihak pemborong / kontraktor untuk mengerjakannya.

Berdasarkan hasil Investigasi di lapangan, Selasa (29/11/2019) pengerjaan Proyek peningkatan jalan Pendidikan Dusun II Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu yang seharusnya menggunakan ukuran batu (2×3) namun yang terlihat di lokasi pekerjaan berdasarkan hasil Foto dokumentasi awak media ini dengan rekan pers lainnya diduga mengunakan ukuran batu (2×5), (2×8 )(1×7) ( 1×8 ) ( 1×10 ) sehingga dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB nya.

Menurut Rudi P salah satu warga mengatakan, selain diduga tidak menggunakan batu ukuran (2×3) air yang di gunakan untuk mengaduk campuran semen pasir dan batu juga diduga menggunakan air parit yang tidak bersih , dan ketika sudah di komplin nya baru pihak kontraktor menggunakan Air sanyo, atau Air yang bersih, tegasnya.

Coba abang lihat sendiri, ngeri kali kan bang cara pengerjaannya, masak 1 zak semen ukuran 40 kg mereka dapat mengaduk campuran ,menjadi bahan adukan yang sudah siap pakai jadi antara 6 sampai 8 angkong, tampak sesuka hati mereka saja mengerjakan peningkatan jalan tersebut, tegasnya. Apa mereka anggap warga sini gak paham,” kan kalau begini cara pengerjaannya mereka ini, kurasa gak sampai enam bulan udah hancur ini bang, ucap Rudi salah satu warga lingkungan tersebut kepada Jurnalis.

J. Siregar selaku warga berkomentar, kalau boleh untuk pekerjaan peningkatan jalan di Desa kami ini benar- benar di kerjakan dengan baik la bang, sehingga memiliki kualiatas yang baik serta lebih lama di nikmati oleh warga, tegasnya.

Mana pelaksana dan pengawas peningkatan jalan Pendidikan ini? Apa tidak di cek terlebih dulu material yang akan digunakan, oleh pengawas pekerjaan ini ? benar gak material yang kalian gunakan? Pada saat awak media Skpk News ini bertanya kepada pekerja atas nama S. Hasibuan alamat Dusun II, Saya kurang paham bang sebab saya hanya pekerja disini, Apakah campuran semen dan pasir yang digunakan sudah sesuai dengan bestek? Saya juga kurang paham bang, tegas selamat.

Iwan selaku pengawas yang di tugas kan dari Dinas PUPR saat di konfirmasi rekan pers dari media Gemantaranews lewat WhatsApp tidak menjawab. Lalu awak media Gemantaranews bersamaan dengan awak media ini melakukan konfirmasi melalui via seluler, apakah ukuran batu yang saat ini digunakan meraka dilokasi peningkatan jalan Pendidikan Dusun II Desa Meranti Paham tersebut sudah sesuai dengan bestek? Saya sedang di jalan bang dan nanti akan saya cek kelapangan, ucpanya.

Ketika rekan Jurnalis mengirim foto hasil investiagsi kepada pak iwan selaku pengawas dari pihak Dinas PUPR ,dan kembali di hubungi lewat selulernya ,lalu pak iwan mengatakan kepada gemantaranews bersama awak media ini, melalui via seluler, bahwa pekerjaan tersebut akan di tunda untuk sementara supaya batu yang diduga tidak tepat ukuranya akan diganti dengan batu ukuran yang sesuai dengan aturan dalam RAB/BESTEK, tegasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Badan Eksekutif Gema Nusantara Cabang Labuhan Batu, Chandra Sirait SH, mengatakan, bahwa pekerjaan proyek yang berbentuk fisik seharusnya memiliki kualitas sesuai dengan yang seharusnya, barang/jasa yang di adakan saat dibutuhkan dan tepat anggaran, serta tepat guna sehingga tepat sasaran, tegasnya. Sehingga masyarakat dapat nikmati peningkatan jalan tersebut dengan waktu yang lama.

Sekelompok rekan pers dari gemantaranews mengatakan, apabila tidak ada perbaikan atau pembenahan yang akan dilakukan pihak kontraktor ini, kita akan laporkan ke pihak yang berwewenang dan Dinas terkait yang bertanggung jawab,” katanya. Jumat (29/11/2019).

Kadis PUPR H. M. SAPRIN saat di konfirmasi melaui via seluler tidak dapat di hubungin atau diluar jangkauan.
(TIM/ed. Darwin Situmeang )

Leave a Reply

%d bloggers like this: