Keterangan Maneger CC PT.CPI Jakarta Asbun, Kata Auzar! Hasil Uji Sample Belum Pernah Kita Lihat Sebelumnya

Rokanhilir, SKPKNews.com – Terkait limbah PT Chevron Pasific lndonesia (CPI) yang terkontaminasi diareal lahan milik Ngerti Barus mulai dari tahun 2015 sampai 2019  yang berlokasi di areal belakang Sintong GS/Sintong 6 Mutiara Kelurahan Banjar XII, diduga PT.CPI berikan hasil uji laboratarium asal bunyi.

Dalam tanggapan Sonitha Poernomo Manager CC PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), pada pemberitaan sebelumnya  menerangkan setelah mengetahui isu yang disampaikan oleh Auzar pihak pemegang kuasa lahan Sintong 6. PT CPI telah melakukan proses verifikasi dan berdiskusi dengan pihak-pihak terkait.

Hasil tes verifikasi lahan memperlihatkan bahwa kadar petroleum hydrocarbon (PH) pada lahan Sintong 6 berada di bawah nilai baku mutu sesuai peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sehingga tidak memerlukan pemulihan tanah.

Sebagai kontraktor dari Pemerintah Indonesia, PT CPI melaksanakan program pemulihan lahan terpapar minyak bumi sesuai arahan dan persetujuan KLHK dan SKK Migas.

Atas tanggapan Manager CC PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) tersebut langsung dibantah Auzar ( Selaku Penerima kuasa dari pemilik lahan), sampai saat ini sudah 4 tahun lamanya belum melihat hasil uji sample yang dilakukan pihak PT.CPI sebelumnya.

” Bagaimana mau melihat hasil tes verifikasi PT.CPI, secara sepihak hasil tersebut langsung dikatakan Manager CC PT.CPI bahwa kadar petroleum hydrocarbon (PH) pada lahan Sintong 6 berada di bawah nilai baku mutu, itu jawaban asal bunyi,” ucap Auzar kepada awak media, Senin (29/12/19).

Menurut Auzar, jika PH dibawah nilai baku, mengapa sampai sekarang dilokasi lahan masih ada bongkahan minyak dan tanah hasil galian agak kehitaman. Patut diduga PH tersebut bukan dibawah nilai baku.tunjukan dulu hasil uji sample kepada kami.katanya.

Kembali dipaparkan Auzar, pada saat Kepala Kru Pengambilan Sample PT.CPI Duri Joko (nama panggilan) melakukan pengambilan sample dilahan selama dua hari, mulai tanggal 26 Maret  sampai 27 Maret 2019 yang lalu. Saat pengambilan sample, ada Kepala Kru Pengambilan Sample PT.CPI Duri Joko (nama panggilan) menanyakan kepada kru lainnya, ” Ada HIS”, langsung dijawab anggota kru “ada pak”. Selanjutnya dilakukan pemotretan dilubang yang ada HIS nya. Pemotretan tersebut juga disaksikan Auzar (Selaku Penerima kuasa dari pemilik lahan) Pada hari Rabu 27 Maret 2019.

Kami rasa PT.CPI ada semacam manipulasi hasil uji laboratariumnya, buktinya belum ada sampai saat ini memberikan hasil uji sample kepada kami.” ungkap Auzar

(ATG/Tim)

Leave a Reply

%d bloggers like this: