Majelis Hakim PN Jaktim Vonis Lima Terdakwa  Jaringan Narkoba Internasional lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Jakarta, SKPKNews.com – Pengadilan Negeri Jakarta Timur pengadilan perkara Narkotika dengan agenda putusan dari lima terdakwa, yaitu Renol bin Armis, Erianto Aliful, M. Rifdo bin Amran Tahan, Budi bin Saman, Tedi Harianto, para terdakwawa bawa Pengangkut Barang (BB) 6200 Gram Sabu. Dan bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim Tirolan Nainggolan.SH.MH dan anggota Kadwanto.SH.MH. Siti Zamjanah.SH.MH. Jaksa penuntut umum kejaksaan tinggi DKI Jakarta. Marlin. Sihombing . SH yang diwakilkan jaksa dari kejaksaan negeri jaktim, Handri Dwi. SH.

JPU Marlin Sihombing.SH yang diwakilkan Handri Dwi SH. Menjerat para terdakwa dengan pasal 114 ayat 2 pasal 112 ayat 2 pasal 115 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009. Tentang Narkoba.Dan masing-masing dituntut 10 tahun penjara, denda 1milyar subsider 1 tahun penjara.

Empat terdakwa masing-masing di vonis majelis hakim 20 tahun penjara dan satu terdakwa di vonis 18 tahun penjara denda 1 milyar subsider 1 tahun penjara. (6/1/2020)

Dari pembacaan nota putusan oleh majelis hakim Tirolan Nainggolan.SH.MH jika dari para 3 terdakwa Rifdo bin Amran Tahan, Budi bin Saman melalui Tedi Harianto, terbukti terlibat dalam perederan narkoba, menjual-belikan Narkotika jenis sabu dan fakta-fakta di persidangan.

Yang mana jaksa mengenakan pasal 115 ayat (2) dan majelis hakim menimbang jika perkara ini patut dikenakan  pasal 112 yang mana terbukti secara sah melanggar hukum majelis hakim ditentukan dengan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Yang memberatkan pada mereka (3) terdakwa M. Rifdo bin Amran Tahan, Budi bin Saman bersama Tedi Harianto, termasuk dalam golongan I jaringan narkoba internasional jenis sabu dan juga antar pulau antar provinsi dan kami majelis hakim menimbang dan berdiskusi jika dari para lima terdakwa sindikat jaringan narkoba yang mana lebih kami pertimbangkan lagi mereka para lima terdakwa untuk menjatuhkan hukuman lebih tinggi lagi karena ini sudah masuk kategori  program pemerintah untuk membrantas narkoba dan mereka sudah sengaja merusak regenerasi muda indonesia, Tegas majelis saat di persidangan.

Untuk itu majelis hakim menimbang dari 4 terdakwa di vonis 20 tahun penjara dan hanya Tedi Aryanto di vonis 18 tahun penjara denda 1 Milyar subsider 1 tahun penjara.

Dan untuk terdakwa Kogi Erianto Aliful dengan kuasa hukum posbakum Adin Valdo.SH dengan pasal 114 subsider 132 subsider 115 para terdakwa di tuntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum kejaksaan tinggi DKI Jakarta. Marlin. Sihombing. SH yang diwakilkan jaksa dari kejaksaan negeri jaktim, Handri Dwi.SH.

Majelis hakim kadwanto.SH.MH memvonis terdakwa Kogi Erianto Aliful 20 tahun penjara denda 1 milyar subsider 1 tahun penjara.
Karena terbukti melakukan tindakan menentang hukum dengan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan untuk terdakwa Renol bin Armis, dengan ketua Majelis hakim Siti Zamjanah.SH.MH memvonis terdakwa 20 tahun penjara denda 1 milyar subsider 1 tahun penjara. Karena terbukti melakukan tindakan menentang hukum dengan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dari lima terdakwa, yaitu Renol bin Armis, Kogi Erianto Aliful, M. Rifdo bin Amran Tahan, Budi bin Saman melalui Tedi Harianto. Yang sebelumnya Jaksa penuntutan umum mengenakan pasal 115 ayat (2) pada para terdakwa masing-masing 10 tahun penjara denda 1 Milyar subsider enam (6) bulan penjara.

Alasan dari majelis hakim memvonis lebih tinggi dari jaksa penuntut umum karena mereka berbelit-belit pada saat di persidangan harus dihadirkan penyidik ​​purbalisan dari pihak kepolisian Polda Metro jaya dan mereka juga tidak kompratif dalam persidangan dan sudah sengaja melakukan tindakan melawan hukum juga menjual Belikan Narkotika tanpa izin dan melanggar
Undang-Undang RI 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(Alred03)

Leave a Reply

%d bloggers like this: