Polda Jateng Tangkap Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Jateng, SKPKNews.com – Kepolisian daerah Jawa Tengah memgaman Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), dua orang yang mengakui diri sebagai Raja dan permaisuri Keraton Agung Sejagat. Penangkapan dilakukan di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (14/1) petang.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Komisaris Besar Budi Haryanto di rumah tahanan yang juga menjadi Keraton.

“Sebelum kita mengambil jateng kedua Raja dan Permaisuri Agung sejagat kita amankan di Polres Purworejo untuk dimintai keterangannya,” kata Budi Haryanto.

Raja dan permaisuri Keraton Agung Sejagat yang melakukan tindak lanjut pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong berakibat membuat onar di kalangan rakyat dan pasal 378 KUHP tentang penggantian.

“Kita setuju dengan pasal 14 UU No.1 tahun 1946 dan pasal 378 KUHP. Namun saat ini masih dalam pemeriksaan intensif. Masyarakat dimohon tetap tenang,” tambah Budi.

Terkait adanya dugaan makar, Budi mengaku pihaknya masih tengah didalami oleh jajarannya dari perwakilan keraton tersebut.

Sebelumnya, Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo mendadak ramai diperbincangkan netizen di media sosial twiiter. Hal yang menggelitik netizen adalah soal Keraton Agung Sejagat yang mengklaim sebagai penguasa kerajaan penerus Majapahit.

Dan kepolisian daerah Jawa Tengah mengadakan cek di lokasi untuk membuktikan kehebohan masyarakat jika ada kerajaan di kabupaten purworejo yang menyetujui penerus kerajaan Majapahit dan menyetujui dan dia menyetujui kepemilikan kekuasaan di negara di dunia dengan dalih di tatanan di dunia ini berbentuk republik.

Kepolisian Polda Jawa Tengah ingin membuktikan kalau kerajaan Agung sejagat itu benar atau tidak dan akhirnya Polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa berkas atau surat-surat palsu yang dilepas sendiri untuk merekrut anggota Keraton.

(Ketua Mahfud LI-TPK Jateng)

Leave a Reply

%d bloggers like this: