korupsi H. AgieL Suwarno Mandeg di Kejati Kaltim

Jakarta skpknws.com.-Sebanyak empat laporan dugaan korupsi anggota DPRD Kutai Timur Agiel Suwarno yang dilaporkan Ketua Kelompok Tani Kerukunan Bersama Masyarakat Budaya Adat Kutai (KBMBAK) Sopyan Huseng diduga tidak ditanggapi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur. Alasannya, sudah banyak laporan masuk ke Kejati. Hal ini mengundang tanda tanya besar kepada masyarakat kutai  timur. Laporan

Sopyan  sudah masuk ke Kejati sejak Mei 2019 silam. Sampai saat ini belum ada juga tindak lanjutnya? Hal ini mengundang ketua Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LITPK) Bambangs.SH angkat bicara diruang kerjanya ketika ditemui skpknws.co diruang kerjanya. Bambangs.SH  sangat terkejut melihat kinerja kejati kaltim apa sebenar nya yang terjadi sehingga tidak melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang dilakukan H.Agiel Suwarno apa lagi ini menyakut kelempok tani piktif yang jelas ada unsur pidananya dengan alasan sudah banyak nya laporan yang masuk ke kejati apakah ini jawaban penagak hukum tehadap pelapor? Awal juli 2019 pihak penyidik kejaksaan Tinggi melempar kasus ini ke kejaksaan Negri kutai timur ini membuat kami jadi heran apa sebenarnya yang terjadi apakah ada main mata antara terlapor dan pihak kejajsaan?  Menyikapi hal ini ketua lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LITPK)

Meminta pihak kejaksaan Tinggi Kaltim Untuk serius menangani kasus dugaan Korupsi H.Agiel suwarno BambangS juga meminta kejagung untuk mencopot kejati kejati kalitim diduga tidak serius menaganin kasus dugaan pelaku tindak pidana korupsi H.AGIEL yang juga anggota DPRD kutai dari parte PDIP m

 

Meminta pihak kejaksaan Tinggi Kaltim Untuk serius menangani kasus dugaan Korupsi H.Agiel

Belum lagi laporan yang mengendap di Polres dengan kasus yang sama dan terduga yang sama pula atas nama Agiel Suwarno. Bambangs juga meminta aparat hukum kususnya wilayah kalimantan timur untuk segera bertindak dan mempercepat penanganan

kasus H AGIEL suwarno  kerna kita barang barang bukti akan hilang. Kerna semuah barang bukti ada di rumahnya ( H,Agiel Suwarno). Berupa Mesin printing masih ada di rumahnya,” ternya ada Empat kasus yang dilaporkan kepihak penegak hukum kaltim.

  1. Dugaan Tindak Pidana korupsi pengadaan Mesin Printing sebanyak 200 juta. Agiel menganggarkan itu dengan menggunakan dana APBD sesuai kewenangannya sebagai anggota DPRD Kutim. Pengadaaan itu ditujukan kepada Ketua Koperasi Arief Puguh Wibowo. Aneh nya

Mesin printing yang seharusnya diberikan untuk kepentingan Arief Puguh Wobowo di koperasi, kini menjadi milik H. Agiel Suwarno. Yang

Kemudian, mesin printing dibawa Ketua PAC PDI Perjuangan Balikpapan Selatan Yuniarto. Pengoperasian mesin printing itu diduga atas perintah Agiel Suwarno. Dan pada tahun 2017, mesin itu dikembalikan lagi ke kediaman H,Agiel Suwarno.

  1. Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembebasan Lahan di Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur sebanyak 750 juta juga bersumber dari APBD tahun anggaran 2014. Pada saat itu Dinas Pengendalian Lahan dan Tata Ruang hendak membeli lahan. Tetapi lahan yang dibeli itu merupakan milik Agiel Suwarno.

Pada saat ingin melakukan transaksi pembayaran atas pembelian lahan tersebut. Seketika nama pemilik lahan berubah menjadi atas nama Bambang yang merupakan saudara kandung Agiel Suwarno. Tanah yang dijual dalam bentuk semi permanen itu atas nama PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kaliorang.

Sebelumnya, Agiel memerintahkan Ruslan Yunus dan Abdi Susangka agar mengurus perubahan kepemilikan tanah tersebut dengan mengiming-imingi mereka berdua dengan upah sebesaar 70 juta, tetapi sampai saat ini uang tersebut tidak ada.

  1. Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Bibit Sapi Bali sebanyak 683 juta yang berasal dari APBD. Agiel Suwarno perintahkan seseorang bernama Sukir untuk membentuk Kelompok Ternak Sapi Perah “Buana Mega Lestari” di Desa Sangkima Lama Dusun Teluk Kaba KM 27. Namun, ternyata pembentukan kelompok itu dinyatakan FIKTIF karena yang dimintai kepada warga hanyalah KTP. Kemudian, pembelian bibit itu berlangsung dengan CV Hamran Bangun, yang dinyatakan menang dalam pengadaan bibit sebanyak 25 ekor sapi.

Sukir yang merupakan Ketua Kelompok Ternak Sapi mengembalikan sebanyak 13 ekor sapi kepada CV Hamran Bangun, atas permintaan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur, dengan alasan bibit tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Sampai saat ini seperti yang diketahui bibit sapi itu belum juga dikembalikan kepada CV Buana Mega Lestari.  Menurut informasi yang yang kami terima, 13 ekor bibit sapi itu telah dijual oleh H,Agiel Suwarno  sebanyak tiga ekor lagi  masih ada di tempat  Sukir yang sampai saat itu  sapi tersebut menjadi peliharaan pribadi di Kecamatan Sangatta Selatan,

  1. Pengadaan sound system sebanyak 175 juta, yang juga berasal dari APBD tahun 2016, dengan alasan yang akan diberikan kepada Yayasan PendidikanTaman Kanak-kanak Kartini Kutai Timur yang berada di Jalan Pasundan (Kamp. Tator) Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur.

Seperti yang kita ketahui, Ketua Yayasan Taman Kanak-kanak Kartini adalah istri dari H,Agiel, bernama Ana Wulandari. Selanjutnya, Sound system tidak diserahkan kepada yayasan, tetapi diserahkan ke rumah Agiel Suwarno yang diterima oleh Kepala Sekolah Yayasan Sulining Tyah Prihatin.

Alhasil, sound system itu jadi dipergunakan pribadi oleh Agiel Suwarno, bukan untuk kepentingan yayasan  tapi untuk kepentingan pribadi. Sound system tersebut sampai saat ini masih berada di kediaman H,Agiel Suwarno di Jalan Pinang Dalam No. 99 RT 22, Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai

(Tim)

Leave a Reply

%d bloggers like this: