Bangunan Berlantai 8 Dibiarkan Berdiri Tanpa IMB Sudin Pengawasan CKTRP Tutup Mata

Jakarta, SKPKNews.com – Pada hari Rabu 23 September 2020. Kami beberapa media, diantaranya dari media SKI dan  dari Investigasi LSM GMBI Jakarta Timur, Jefri Risambessy. Coba menyambangi sebuah Bangunan besar ada 8 lantai. Yang berlokasi di Jalan Pemuda Raya No.3 RT 08/04 Kel.Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.

Ketika kami tiba di lokasi proyek pembangunan gedung 8 lantai, kami tidak melihat adanya papan ataupun Banner Ijin Mendirikan Bangunan yang pada fisik bangunan tersebut.

Dari situ kamipun mendapatkan ada temuan pelanggaran pada bangunan itu. Seperti, Kosfirasi Dasar Bangunan (KDB), KLB, dan sesuai KRK.

Diduga bangunan lantai 8 tersebut untuk Hotel yang tidak memiliki SLB. Ketika kami berada di lokasi Proyek itu, kami ditemui oleh Petugas Security Proyek, Muhammad Nuh.

Kami sampaikan kepada dia, bahwa kedatangan kami ingin bersilaturrahmi dan konfirmasi tentang surat perizinan bangunan sekalian bertemu dengan pelaksana atau orang yang bertanggung di proyek tersebut. Namun Security menyampaikan pada kami kalau pelaksana proyek, tidak mau menemui dengan alasan “Sedang sibuk”, ucap Security.

Lalu kami coba menjelaskan kepada Security itu, minta disampaikan kepada pelaksananya, mengenai adanya kesengajaan yang telah dilakukan oleh Pemilik Proyek tersebut.

Yakni seperti apa yang sudah kami uraikan, tentang bentuk-bentuk-bentuknya.

Diterangkan oleh Security, “kalau IMB sedang diurus, namun hingga kini belum selesai.” Lalu kami jelaskan juga kepada Keamanan tersebut, ”mana mungkin sedang dalam pengurusan sedangkan, Proyek sudah berjalan hingga 50% IMB nya masih dalam pengurusan dan hingga kini belum selesai”.

Kita melihat ada pelanggaran tentang peraturan daerah (Perda) No 7 tahun 2010, PP No. 6 tahun 2005, dan Perda No 128 tahun 2012.

Seharusnya Proyek pembangunan untuk Hotel itu, sejak awal ketika baru mulai membangun, sudah harus melakukan adanya surat perizinan karena kegiatan membangun, tapi mrnjadi pertanyaan kami awak media tidak ada IMB bisa masih melakukan kegiatan membangun.

Kita awak media melihat , kalau proyek bangunan tersebut tetap lancar dengan kegiatannya. Tak terasa proyek tersebut, diperkirakan sudah berjalan lebih dari 50%.

Pertanyaan kami, untuk Kasie CKTRP Kecakung Pulogadung dan CKTRP Sudin Walikota Jakarta Timur, ada dimana apakah ini merupakan adanya pembiaran atau pura-pura tidak tau , sehingga ada proyek bangunan berlantai 8 bisa kasap mata sudah jelas-jelas melanggar Perda dan pergub.

Kami patut mempertanyakan, ”Ini ada permainan apa” ??? antara pemilik bangunan dengan Pejabat Pemerintah setempat.

Dimungkinkan adanya Grafitikasi dari pemilik bangunan, sehingga Bangunan tersebut berjalan terus berjalan tanpa hambatan.

Kasie CKTRP tingkat kecamatan dan tingkat Sudin Walikota Jakarta Timur, seharusnya segera menindak tegas, dengan memberikan sangsi Segel, SPB, dan Eksekusi Bongkar, kalau memang tidak ada apa-apanya.

Karna ini, kami menduga adanya kongkalikong atau ada Upeti masuk untuk kantong pribadi, sehingga Petugas CKTRP tidak sanggup melaksanakan tugasnya sesuai Tufoksinya.

Karena petugas CKTRP merupakan Pengawasan pembangunan Tata Ruang Kota, agar Kota Jakarta yang pada akhirnya Kota tertata rapi dan taat peraturan.

Kami dari beberapa awak media yang terjun ke lokasi proyek itu, sangat menyayangkan pejabat pemerintah, yang tidak jujur, alias mementingkan diri sendiri,sampai berita ini kita turunkan.

(Alred03)

Leave a Reply

%d bloggers like this: