Bupati Yuslih Berharap JPJR Akan Membangkitkan Iklim Wirausaha Guna Menciptakan Industri Kreatif Berbasis Rempah di Sektor Ekonomi

Beltim, Skpknews.com – Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza membuka secara resmi event Jelajah Pesona Jalur Rempah (JPJR) tahun 2020 di Gedung Auditorium Zahari MZ, Manggar, Selasa (20/10).

Event Pariwisata Kabupaten Belitung Timur ini merupakan salah satu dari 100 events Calendar of Event Wonderful Indonesia 2020.
Jelajah Pesona Jalur Rempah merupakan event tahunan Kabupaten Belitung Timur yang mengangkat potensi sejarah maritim, tradisi bahari dan pengelolaan rempah, juga budaya lokal yang dikemas sebagai event wisata. Munculnya event ini dilatar belakangi oleh serangkaian penelitian guna menggali sejarah wilayah Belitung Timur di masa lalu yang berkaitan dengan jalur maritim rempah dunia. Penelitian tersebut intensif dilakukan sejak tahun 2011 hingga 2019, yang diantaranya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Puslit Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Sumatera Selatan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berdasarkan kajian dan analisa sejumlah tinggalan arkeologis baik di laut maupun di darat, juga pertalian tradisi rempah dan budaya maritim yang melibatkan berbagai bangsa, melahirkan simpulan bahwa Wilayah Belitung Timur adalah kepingan dari sejarah jalur rempah dunia. Hal tersebut kemudian menjadi modal besar dalam mengemas event wisata ini. Keterpaduan antara sejarah, tradisi bahari dan budaya lokal adalah ruh dalam event ini, sehingga eksistensi ini diupayakan memberi dampak posistif, yaitu lestarinya budaya lokal, dikenalnya sejarah lokal dalam jaringan sejarah global dan menyumbang bangkitnya ekonomi lokal berbasis rempah.

Bupati Beltim Yuslih mengatakan, Kabupaten Belitung Timur merupakan daerah yang memiliki kekayaan rempah berlimpah.

“Beltim memiliki sejarah panjang dan kekayaan rempah-rempah sehingga menjadi daya tarik banyak orang di belahan dunia. Melalui event ini menjadi momentum bersama-sama untuk melihat masa lalu membangun hari ini dan menata masa depan, dan dilaksanakannya event ini menjadi harapan baru bagi semua pihak untuk membangkitkan dan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Beltim. Saya yakin dan percaya jika event ini menjadi muara penting bagi kita semua untuk melestarikan sejarah daerah. Harapan besar juga akan membangkitkan iklim wirausaha dalam menciptakan industri kreatif berbasis rempah yang diharapkan menjadi sektor ekonomi yang potensial bagi masyarakat Beltim,” jelas Yuslih.

Event Jelajah Pesona Jalur Rempah sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Beltim tahun lalu. Pada launching event JPJR 2020 ini dilakukan pemutaran vidio JPJR 2020, pemutaran jingle JPJR dan penampilan tarian rempah dan tari sahang bernilai dari sanggar Kemuning Manggar.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim Hasbeni Fahlevi mengatakan rangkaian kegiatan jelajah pesona jalur rempah berlangsung mulai 20 Oktober hingga 8 November 2020 dengan tema besar serba 20.

“Tema event JPJR tahun 2020 ini serba 20 yakni pelaksanaan selama 20 hari, 20 jenis rempah, 20 figur warna rempah, 20 masakan rempah, 20 varian rasa aik sepang, 20 obat-obatan rempah, 20 daerah rempah, 20 kuliner rempah. Itu semua merupakan gambaran kayanya kebudayaan Beltim, selama event tersebut pihaknya melaksanakan secara luring dan daring dan setiap pelaksanaannya ditayangkan melalui YouTube sehingga berbagai informasi dapat diketahui masyarakat secara luas. Kami menyadari pandemi covid-19 belum berlalu. Untuk itulah pelaksanaan launching event ini dihadiri dengan peserta terbatas dan menggunakan protokol kesehatan,” jelas Hasbeni.

Acara dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, FORKOPIMDA Kabupaten Beltim, kepala OPD Kabupaten Beltim dan undangan lainnya. (V/Ris,)

Leave a Reply

%d bloggers like this: