Penasehat Hukum Terdakwa Ridho Saputra Butar-butar Merasa Perkara Tersebut Tidak Jelas Alias Kabur

Jakarta, SKPKNees.com – Senin 21 September 2020. Pengadilan Negeri Jaktim sidang membuka perkara dengan terdakwa Ridho Saputra Butar Butar dengan agenda saksi dari bank Mandiri yang diketuai majelis hakim Kadwanto.SH anggota Muarif SH. Johan Arifin SH.

Jaksa penuntut umum Mujiono SH.Dari kejaksaan tinggi DKI Jakarta hadirkan saksi dari customer service bank Mandiri Erwanda Sarah Lia.SE KCP Setiabudi Bank Mandiri dan Nurprihati Ningsih.SE KCP Jakarta Fachrudin Bank Mandiri sebagai saksi di persidangan.

Terkait perkara terdakwa Ridho Saputra Butar Butar dimana jaksa penuntut umum mendakwa pasal 378 KUHP junto 64 ayat 1 KUHP atau kedua Pasal 372 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Di mana awal perjanjian kerjasama bisnis antara terdakwa dan korban tetapi berubah menjadi tindak pidana saksi korban Jimmy Herbert Samosir pada persidangan 31 Agustus 2020 tidak dapat menerangkan kerugian materil yang dialami secara jelas sehingga menurut penasehat hukum terdakwa Tri sarmedi Saragih SH M.hum Benry Saragi SH. Ombun Suryono sidauruk SH. perkara ini menjadi kabur dan tidak jelas bahwa perjanjian bisnis tidak ada jaminan untuk mendapatkan keuntungan sehingga perkara ini korban yang telah mendapatkan banyak keuntungan sebelumnya dan mengalami sedikit kerugian melaporkan tindak pidana sehingga bergulir di pengadilan.

Saksi dari Bank Mandiri KCP Setiabudi menyatakan ada selisih perhitungan secara manual dari rekening koran terdakwa yang ditransfer ke rekening koran saksi pelapor yang tidak dapat dibuktikan dipersidangan.

Menurut saksi bahwa selisih yang terjadi antara rekening yang ditransfer terdakwa dengan rekening saksi pelapor tidak sepatutnya terjadi.

setelah mendengar keterangan dari saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan ketua Majelis  Kedwanto SH menunda persidangan senin depan.

(Alred03)

Leave a Reply

%d bloggers like this: