Polres Ngawi Berhasil Mengungkap Sindikat Uang Palsu

PENGUNGKAPAN KASUS SINDIKAT MEMALSUKAN/ MENIRU, ATAU MENGEDARKAN MATA UANG PALSU

Ngawi Skpknews.com – Pada hari Rabu tgl 23 September 2020 sekira pukul 12.00 Wib bertempat rumah Sdr. Sarkam masuk Dsn. Kaligandri Ds. Babadan Kec. Pangkur Kab. Ngawi, Di pimpin Langsung oleh Kapolsek Pangkur AKP SUBANDI SH, Unit Opsnal Satreskrim Polres Ngawi bersama Anggota Polsek Pangkur telah mengamankan 3 orang yg diduga telah MEMALSUKAN ATAU MENGEDARKAN MATA UANG PALSU.

“Petugas mendapat informasi dari masyrkat bahwa ada seorang yg mengedarkan uang palsu di Ds. Babadan Kec. Pangkur Kab. Ngawi, kemudian sekira pkl 12.00 wib petugas mengamankan pelaku tersebut dan barang bukti untuk di bawa ke Polres Ngawi guna penyidikan lebih lanjut.

MO PELAKU
Pelaku mengedarkan uang tersebut dengan melalui Tranfer Brilink.

BARANG BUKTI /SURAT /PETUNJUK
-Uang yg diduga Palsu sebesar Rp. 53.600.000
dengan uang kertas 100 ribuan sebanyak 536 lembar.
-Lebel bendel uang berjumlah 90 biji.
-Sobekan kertas yg berisi nomor rekening.

MELANGGAR PASAL
Pasal 245 KUHP yang berbunyi barang siapa dengan sengaja meniru atau memalsukan mata uang atau uang kertas yg dikeluarkan oleh bank/ negara dengan maksud menyuruh/ mengedarkan diancam dengan pidana maksimal 15 tahun.

TINDAKAN YG DILAKUKAN
1. Amankan barang bukti
2. Riksa tersangka
3. Lengkapi mindik guna proses hukum lbh lanjut.

HASIL RIKSA
Pelaku membenarkan dan mengakui perbuatannya telah MEMALSU, MENIRU, ATAU MENGEDARKAN MATA UANG KERTAS/PALSU,total BB 546.100.000

“Komplotan penipu bermodal uang palsu dengan modus transfer uang di Agen BRI Link menyasar wilayah  Ngawi dan Madiun.
Seorang agen BRI Link asal Kabupaten Ngawi yang menjadi korban bernama Siti Aisyah Munief (45), warga Desa Babadan, Kecamatan Pangkur. Kejadian dialami korban terjadi pada Rabu (23/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Dan kasus telah dilaporkan ke polisi.
Menurut Siti, nasabah yang transaksi tersebut bernama Karti, warga Desa Babadan, Pangkur Ngawi. Uang yang ditransfer mulai  Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu.

Mengetahui uang tersebut palsu, korban melapor ke polisi. Akibat kejadian itu, korban merugi Rp 24,5 juta.Transaksi lima kali, total yang ditransfer sekitar Rp 24,5 juta. Pelaku sudah diamankan polisi,” kata Siti.Kapolsek Pangkur AKP Subandi mengatakan, bahwa satu pelaku berikut barang bukti telah diamankan. Dan kasus dilimpahkan ke Polres Ngawi untuk pengembangan. “Pelaku dan juga barang bukti sudah saya limpahkan Polres Ngawi” ujarnya.
Korban kedua, Titik Purwani (50) warga Desa Kedungjati, Kecamatan Balerejo. Akibat  kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 20 juta.

“Peristiwa dialami Titik terjadi Selasa (22/9) petang. Awalnya, datang seorang pria paruh baya bersama dengan seorang kakek tua ke rumah korban berniat akan transfer uang. Lantaran korban sedang tak ada dirumah, pria tersebut ditemui suaminya, Prijadi (52).
Setelah tiba di rumah, korban melayani oknum tersebut mentransfer uang  ke rekening tujuan sebesar Rp20 juta. Oknum itu mengaku diperintah oleh Sarkam (61) warga Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.
“Terlanjur transfer ternyata uang palsu, kemudian kita melacak, mencari orang yang transfer tidak ketemu lalu kita mendatangi rumah pemilik uang,” ujar Titik.

Tak hanya menemui pemilik uang, Titik pun melaporkan insiden tersebut ke Kepala Desa Babadan Pangkur bahwa ada seorang warganya menjadi oknum pengedar uang palsu.
Hingga saat ini uang milik Titik senilai Rp20 juta yang telah tertransfer tersebut belum ada kepastian. Namun saat orang bernama Sarkam ditemui oleh korban, mengaku jika uang palsu didapat dari seorang bernama Sumardi (63) warga Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Sarkam mengatakan bakal mengganti uang tersebut.

Sampai berita ini di turunkan pihak polres ngawi msh mendalami dan mengembangkan kasus ini segingga sampai benar benar tuntas dan transparan,sehingga masyarakat ngawi aman berbelanja dan transaksi di kota ngawi ini…pungkas satreskrim polres ngawi.

(BAMBANG EDY&TEAM)

Leave a Reply

%d bloggers like this: