Putra Siregar Berharap Hakim Dapat Menolak Tuntutan JPU Sebesar Rp 5 Miliar

Jakarta, SKPKNews.com – Pada hari kamis 12 November 2020. Pengadilan Negeri Jaktim mengelar persidangan Putra Siregar dengan agenda duplik atau tanggapan dari Putra atas replik dari penuntut umum. Pihak penasehat hukum Putra Siregar tetap pada pendapatnya yaitu berharap majelis hakim dapat menolak tuntutan dari jaksa.

“Penuntut umum tidak mampu membantah di antara 6 argumentasi pembelaan yang saya tulis dalam nota Pledoi yang saya uraikan,” Ucap Putra.

Menurut Putra, beberapa hal yang tidak dapat dibantah jaksa mulai dari definisi kepabeanan dan ketentuan hukum soal tarif. Selain itu dia menilai jaksa tidak bisa membuktikan pengecekan IMEI terhadap 191 telepon seluler (ponsel) yang disita.

“Saya sebagai masyarakat umum yang patuh dan taat hukum akan senang hati membayar, namun denda Rp 5 miliar sangatlah kerlaluan dan berlebihan,” paparnya.

Diketahui, Putra Siregar dituntut jaksa penuntut umum untuk membayar denda sebesar Rp 5 miliar subsider 4 bulan kurungan. Putra dinilai jaksa terbukti melakukan penimbunan dan menjual barang impor di luar wilayah kepabeanan.

Putra dituntut jaksa bersalah telah melanggar Pasal 103 huruf d UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan dan UU RI Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Persidangan yang di ketua’i Tri Andita.SH anggota I Wayan Sukanila.SH.MH.,Novian Saputra. SH.M.hum.akan melanjutkan persidangan pembacaan vonis Putra Siregar tanggal 26 November 2020 mendatang dan sidang ditutup.

(Alred03)

Leave a Reply

%d bloggers like this: