Seorang Ayah Di Banyuwangi Gauli Putrinya Berulang Kali 

Sebelum menggauli Putrinnya, Korban terlebih dulu di ajak menyaksikan Video Porno

(Kapolres Banyuwangi Kombes Arman Asmara Saripudin rilis terbongkarya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan ayah kandung korban

Jakarta, SKPKNews.com – Seorang ayah berinisial DS (46) warga Banyuwangi tega menggauli anak kandungnya sendiri secara berulang di bawah ancaman tak akan dibiayai sekolahnya jika memberitahukan kepada ibunya atau orang lain, 28/09/20.

Saat melakukan aksinya pelaku DS ini mencekoki anaknya sebelumnya dengan video porno.

Tersangka juga terkadang mengajak korban untuk melihat Video porno sebelum menyetubuhi korban ujar Kapolres Banyuwangi Kombes Arman Asmara Saripudin kepada sejumlah media Minggu 27 September 2020.

Pelaku melakukan aksinya setidaknya seminggu sekali atau saat ada hari libur nasional.

Perlaku dan ibu kandung korban telah bercerai pada 2007 dan selama ini korban tinggal bersama ibunya. Namun saat weekend atau hari libur nasional korban menginap di rumah ayahnya.

Tersangka sudah menggauli korban sejak tahun 2016 atau sejak 4 tahun lalu atau saat korban masih duduk di bangku SD. Saat itu korban masih berusia 11 tahun dan sekarang ini korban duduk di bangku SMP, kata Arman.

Pelaku sendiri dilaporkan oleh mantan istrinya atau ibu kandung korban, korban akhirnya berani menceritakan kepada ibunya atas perbuatannya ayah kandungnya, kata Arman

(Gambar Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait)

Atas peristiwa ini, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Metdeka Sirait meminta Polres Bayuwangi menjerat tersangka dengan ketentuan UU RI Nomor  17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor  01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 Junto engan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sehingga pada saat pelimpahan di kejaksaan dapat menuntut pelaku dengan ancaman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara. Karena pelakunya adalah ayah kandung korban yang seyogianya memberikan perlindungan bagi putrinya namun menjadi predator jejahatan seksual kepada putrinya sendiri, konsekuensinya pelaku dapat diancam dengan hukuman tambahan sepertiga dari pidana pokoknya sehingga menjadi seumur hidup, Tegas Arist.

Untuk mengawal proses hukum atas kasus ini dan memberikan dampingan pemulihan psikologis korban, dan demi keadilan bagi korban, Komnas Perlindungan Anak meminta Lembaga Perlindumgan Anak (LPA) Banyuwangi dan pekerja sosial dan pegiat perlindungan anak di Banyuwangi umtuk membentuk Tim Pendamping Pemulihan dan Reintegrasi sosial Anak, tambah Arist. (Alred03)

Leave a Reply

%d bloggers like this: