Jakarta, SKPKNews.com – Pertandingan final Liga Champions yang mempertemukan Arsenal dan Paris Saint-Germain berlangsung sengit hingga babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal dan perpanjangan waktu.
Arsenal membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama melalui gol yang dicetak Kai Havertz. Meski PSG lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, tim asal Prancis itu baru mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Gol penyeimbang PSG lahir dari titik penalti setelah Ousmane Dembélé sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir.
Pada babak perpanjangan waktu, kedua tim berupaya mencari gol kemenangan. Namun, selama dua kali 15 menit tambahan waktu, tidak ada gol yang tercipta sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan tersebut, PSG tampil lebih efektif. Empat dari lima penendangnya berhasil menjalankan tugas dengan baik, sementara dua eksekutor Arsenal gagal mencetak gol. Kegagalan penendang terakhir Arsenal memastikan kemenangan PSG sekaligus mempertahankan gelar Liga Champions.
Keberhasilan ini menambah catatan prestasi PSG di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Sementara itu, Arsenal harus kembali menunda ambisinya untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Meski gagal menjadi juara, Arsenal menunjukkan daya juang tinggi sepanjang pertandingan dan memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir. Di sisi lain, PSG membuktikan mental juara dengan tampil tenang dalam momen-momen penentuan.
(Redaksi)










