BEKASI, SKPKNews.com – Pelestarian seni bela diri tradisional dan budaya Betawi terus diupayakan melalui pembinaan generasi muda. Salah satunya terlihat dalam perayaan Milad ke-3 Padepokan Silat Simamaung Cabang Desa Muara Bakti yang berlangsung di halaman Kantor Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan pendekar dan santri dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sejumlah cabang Padepokan Simamaung se-Jabodetabek turut ambil bagian dengan menampilkan kemampuan seni bela diri secara bergantian.
Perayaan milad ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan pencak silat. Berbagai kesenian tradisional, tarian daerah, hingga drama kolosal turut memeriahkan acara sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Guru Besar Padepokan Simamaung, Tubagus Lukman Hasan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para santri dan santriwati serta orang tua yang telah mendukung proses pembinaan dan pelestarian budaya melalui padepokan.
Menurut Lukman, pembelajaran silat di Padepokan Simamaung tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan fisik dan teknik bela diri. Pendidikan adab serta penanaman ketakwaan kepada Allah SWT menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter para santri.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Baba Ncik selaku pimpinan Padepokan Simamaung Cabang Muara Bakti atas konsistensinya dalam menjaga dan memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi penerus.
“Apresiasi sebesar-besarnya kepada Baba Ncik sebagai Pimpinan Padepokan Simamaung Cabang Muara Bakti, sangat istiqomah berjuang mempertahankan budaya,” ujar Tubagus Lukman.
Ia menilai perkembangan zaman menjadi salah satu tantangan bagi keberlangsungan budaya lokal. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar seni bela diri tradisional dan kesenian daerah tetap dikenal serta diminati generasi muda.
Lukman mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan bangsa dan tidak membiarkan warisan leluhur kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.
“Ayo kita semua mencintai budaya negeri ini,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan Padepokan Silat Simamaung Cabang Muara Bakti, Baba Ncik, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan kegiatan milad tersebut. Ia mengaku bangga melihat antusiasme para santri, terutama peserta dari kelompok usia dini yang mulai mengenal dan mempelajari seni bela diri tradisional.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar, terima kasih kepada seluruh orangtua santri, serta para pengurus yang telah berjuang menyelenggarakan acara ini,” kata Baba Ncik.
Ia menambahkan, upaya mempertahankan budaya membutuhkan pendekatan yang tepat dalam proses pembinaan. Para santri perlu diberikan pemahaman secara bertahap agar merasa nyaman mengikuti latihan, memahami nilai-nilai yang diajarkan, dan tumbuh dengan kecintaan terhadap kebudayaannya sendiri.
Melalui peringatan milad ketiga ini, Padepokan Silat Simamaung Cabang Muara Bakti diharapkan terus menjadi ruang pembinaan seni bela diri, penanaman adab, serta pengenalan budaya Betawi kepada generasi muda.
Keterlibatan orang tua, pengurus padepokan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga agar pencak silat dan kesenian tradisional tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Editor: Ali Han












