DaerahNasionalPemerintahanTerkini

Rumah Oksigen Jadi Perhatian, Pangdam dan Menkes Tinjau Tiga Titik di Palangka Raya

14
×

Rumah Oksigen Jadi Perhatian, Pangdam dan Menkes Tinjau Tiga Titik di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau sejumlah fasilitas pendukung kesehatan di Kota Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).

PALANGKA RAYA, SKPKNews.com – Upaya melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah di Kalimantan Tengah. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau sejumlah fasilitas pendukung kesehatan di Kota Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dr. Linae Victoria Aden, M.M., M.Kes., serta jajaran TNI-Polri dan unsur instansi terkait.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas yang disediakan bagi masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Dalam agenda tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai bersama Menkes RI dan jajaran pemerintah daerah mengunjungi tiga lokasi fasilitas rumah oksigen.

Lokasi pertama adalah Rumah Oksigen di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar Palangka Raya yang ditinjau sekitar pukul 13.40 WIB. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan Rumah Oksigen Berjalan pada pukul 13.55 WIB, sebelum mengunjungi Rumah Oksigen di Posyandu Jalan Katamso sekitar pukul 14.00 WIB.

Kehadiran Pangdam dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar fasilitas yang disiapkan dapat mendukung kebutuhan warga ketika menghadapi kondisi udara yang tidak sehat.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap fasilitas pendukung kesehatan yang dibutuhkan.

Selain kesiapan sarana, penanganan dampak kabut asap juga memerlukan perhatian berkelanjutan terhadap kondisi kualitas udara dan penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat. Langkah tersebut penting agar warga dapat mengambil tindakan pencegahan sesuai kondisi lingkungan dan arahan petugas kesehatan.

Melalui peninjauan ini, kesiapan fasilitas rumah oksigen menjadi salah satu aspek yang dilihat dalam upaya menghadapi dampak kabut asap di Palangka Raya. Koordinasi antarlembaga diharapkan terus berjalan untuk mendukung keselamatan dan kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah.

Editor: Ali Han