PALANGKA RAYA, SKPKNews.com – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah terus dilakukan tanpa mengenal waktu. Personel pemadam kebakaran dari jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai tetap bergerak di lapangan hingga malam hari untuk menangani titik api sekaligus melakukan pendinginan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api.
Komitmen tersebut terlihat pada Kamis (22/10/2026) malam, ketika Tim Damkar 02 Yonif TP 831/PT Brigif 86/Mandau kembali melaksanakan operasi pemadaman dan pendinginan di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.30 WIB itu dilaksanakan oleh tim yang berposko di RSUD Kalampangan, dengan pimpinan lapangan Letda Inf Handara K. Dalam operasi tersebut, personel diarahkan untuk menangani titik api lanjutan serta memastikan area yang terdampak mendapatkan penanganan secara menyeluruh.
Di tengah kondisi malam yang membatasi jarak pandang, para personel tetap menjalankan tugas sesuai arahan dan kebutuhan penanganan di lokasi. Pergerakan tim menuju titik kebakaran menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan potensi meluasnya kebakaran, terutama pada kawasan yang memerlukan pemantauan dan penanganan lanjutan.
Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada memadamkan api yang terlihat di permukaan. Proses pendinginan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi kemungkinan munculnya kembali titik api dari bagian lahan yang masih menyimpan panas.
Karena itu, setelah bergerak menuju lokasi, Tim Damkar 02 Yonif TP 831/PT Brigif 86/Mandau melaksanakan pemadaman sekaligus pendinginan lanjutan. Upaya tersebut ditujukan untuk memastikan area yang ditangani tidak kembali memunculkan api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Pelaksanaan tugas pada malam hari juga menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. Ancaman kebakaran tidak selalu berhenti ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang atau ketika malam tiba. Pemantauan dan penanganan lanjutan tetap diperlukan sesuai kondisi di lapangan.
Dalam operasi tersebut, personel menjalankan tugas berdasarkan arahan pimpinan dengan mengutamakan penanganan titik api dan upaya pengendalian kebakaran di kawasan Kalampangan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., memberikan arahan agar jajaran terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dan menangani karhutla di wilayah tugasnya.
Arahan itu menjadi landasan bagi personel di lapangan untuk tetap menjalankan tugas secara berkelanjutan, termasuk ketika penanganan harus dilakukan pada malam hari. Kesigapan dalam merespons titik api menjadi salah satu unsur penting untuk mengurangi risiko kebakaran meluas dan menekan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Keterlibatan personel TNI dalam operasi pemadaman juga memperlihatkan pentingnya koordinasi dan kesinambungan penanganan. Setiap titik api yang membutuhkan penanganan lanjutan perlu mendapat perhatian agar upaya pemadaman tidak berhenti pada penanganan awal semata.
Meski demikian, keberhasilan penanganan karhutla tetap bergantung pada kondisi aktual di lapangan, efektivitas pemadaman, serta pemantauan setelah api ditangani. Karena itu, pendinginan dan pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang luas, mulai dari kerusakan vegetasi dan habitat hingga munculnya asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh sebab itu, upaya penanganan yang cepat dan berkesinambungan diperlukan untuk menekan risiko tersebut.
Langkah Tim Damkar 02 Yonif TP 831/PT Brigif 86/Mandau di Jalan Mahir Mahar, Kalampangan, merupakan bagian dari upaya penanggulangan karhutla yang terus dilakukan di wilayah Kota Palangka Raya.
Di balik kegiatan pemadaman pada malam hari, terdapat tuntutan kesiapan personel, ketepatan penanganan, serta kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api. Seluruh aspek tersebut menjadi penting agar penanganan kebakaran dapat berjalan efektif dan risiko terhadap lingkungan sekitar dapat diminimalkan.
Kodam XXII/Tambun Bungai melalui jajaran yang bertugas di lapangan terus berupaya menjalankan arahan pimpinan dalam penanganan karhutla. Semangat pengabdian dan kesiapsiagaan personel diharapkan dapat mendukung perlindungan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Kalimantan Tengah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanggulangan karhutla membutuhkan perhatian bersama. Selain kesiapan petugas, kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan juga berperan penting dalam mencegah kebakaran.
Editor: Ali Han












