Jatinangor, SKPKNews.com – 30 Juli 2026. Kisah inspiratif datang dari pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Aji Bayu Ramadhan, putra asal Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan minimnya akses informasi tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
Lahir dari keluarga sederhana, Aji dibesarkan oleh ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan dan pernah menekuni berbagai pekerjaan lain, seperti pemungut rongsokan hingga perajin, demi memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara sang ibu berperan mendampingi serta menanamkan semangat belajar dan harapan kepada anak-anaknya.
Aji mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya saat mendaftar ke IPDN adalah keterbatasan akses informasi di daerah asalnya yang termasuk kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Meski demikian, ia berinisiatif mencari informasi mengenai proses seleksi melalui kanal resmi pemerintah secara daring hingga akhirnya berhasil mengikuti seluruh tahapan penerimaan.
Usai mengikuti Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (29/7), Aji menegaskan bahwa proses seleksi IPDN berlangsung secara terbuka dan transparan sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh intervensi pihak mana pun.
Perjalanan menuju IPDN juga menuntut perjuangan besar dari keluarganya. Dari kampung halaman, Aji harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam menuju Kota Kupang untuk mengikuti rangkaian seleksi. Orang tuanya berupaya memberikan dukungan penuh, mulai dari memenuhi kebutuhan persiapan hingga mendampinginya selama proses seleksi berlangsung.
Setelah dinyatakan lolos, Aji menjalani pendidikan selama empat tahun di IPDN. Selama masa pendidikan, seluruh kebutuhan dasar praja, seperti seragam, perlengkapan, konsumsi, hingga fasilitas penunjang, disediakan oleh negara sehingga para praja dapat berkonsentrasi penuh pada pembelajaran dan pembentukan karakter sebagai calon aparatur pemerintahan.
Menurut Aji, kesempatan memperoleh pendidikan tanpa biaya memberikan ruang yang sama bagi seluruh praja untuk berkembang tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga. Sistem tersebut dinilainya mampu menciptakan kesempatan yang adil bagi setiap peserta didik untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Puncak perjuangannya terjadi pada Rabu (29/7), ketika Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor. Pada kesempatan itu, Aji yang juga menerima Penghargaan Kartika Astha Brata menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya serta mengapresiasi kehadiran Presiden dalam pelantikan tersebut.
Bagi Aji Bayu Ramadhan, keberhasilannya menjadi Pamong Praja Muda bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat. Kisahnya menjadi gambaran bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan bagi siapa pun untuk meraih masa depan, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Red












