DaerahNasionalTerkini

Kasad Resmikan Pipanisasi Air Bersih dan Reboisasi di Tapteng, Tekankan Semangat Gotong Royong

18
×

Kasad Resmikan Pipanisasi Air Bersih dan Reboisasi di Tapteng, Tekankan Semangat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Program TNI AD Manunggal Air yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses air bersih sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui penghijauan di sekitar sumber mata air.

Tapanuli Tengah, SKPKNews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak menegaskan pentingnya kebersamaan dan semangat goton9g royong dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya saat meresmikan program pipanisasi air bersih dan kegiatan reboisasi di kawasan Biara OSF San Damiano, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program TNI AD Manunggal Air yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses air bersih sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui penghijauan di sekitar sumber mata air.

“Diperlukan kebersamaan antara rakyat dan TNI untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat dapat diatasi dengan lebih baik,” ujar Kasad.

Program tersebut mencakup pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang 1.700 meter yang memanfaatkan sumber air dari Mata Air Bukit Laverna Pandan. Fasilitas ini kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 500 kepala keluarga yang tinggal di sekitar kawasan Biara OSF San Damiano.

Keberadaan jaringan air bersih tersebut diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat, terutama pada saat akses air bersih mengalami keterbatasan pada musim kemarau.

Kasad menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, TNI AD terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Yang paling penting dari program ini adalah masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial, maupun aktivitas keagamaan masyarakat sehari-hari,” katanya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja yang turut didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak, Kasad juga meninjau pembangunan jembatan modular Bailey di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan jembatan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Menurut Kasad, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari proses pembangunannya, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun perlu menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. TNI AD hadir untuk membantu membangun, tetapi keberlangsungan program sangat ditentukan oleh kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam merawatnya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kasad juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga sumber air dan lingkungan sekitar melalui semangat gotong royong. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

Editor: Ali Han
(Dispenad)