Terkini

Kenapa PM Anwar Ibrahim Ancam Bubarkan Parlemen Malaysia?

12
×

Kenapa PM Anwar Ibrahim Ancam Bubarkan Parlemen Malaysia?

Sebarkan artikel ini

Jakarta-Indonesia-SKPKNews.com Negara tetangga Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengalami gejolak politik dalam negeri.

Belakangan, keretakan diantara parlemen koalisi pendukung pemerintahan Anwar makin terbuka. Akibatnya, Anwar  mengancam akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum (pemilu) sela jika keretakan tersebut masih terus berlangsung.

Hal itu ia sampaikan saat berpidato di Konvensi Pakatan Harapan (PH) pada Minggu (17/5).

“Saya akan mengadakan pertemuan dengan kepemimpinan Pakatan Harapan mengenai masalah ini, dan jika perlu, kami akan menyerukan pemilu sela,” kata Anwar di hadapan para kader partai, seperti dikutip The Star.

Anwar bicara demikian usai mendengar banyak rumor mengenai ketidakstabilan politik di Negeri Jiran. Partai UMNO dan koalisi Barisan Nasional (BN) belakangan berniat meraup semua kursi di negara bagian Johor. BN adalah mitra dalam pemerintahan Anwar Ibrahim.

Anwar berujar jika mitra koalisi memilih untuk ribut dan putus hubungan, ia tak akan ragu untuk mengembalikan mandat kepada rakyat guna menentukan masa depan kepemimpinan Malaysia.

“Sebenarnya, dalam waktu dekat saya harus menghubungi pimpinan PH untuk bernegosiasi. Bukan hanya di negara bagian ini, tetapi kita harus berpikir serius. Jika begini cara kita memecah belah dan memutuskan hubungan di dalam pemerintahan, mungkinkah kita akan memilih untuk mengadakan pemilihan umum secara nasional?” ucapnya.

Dikatakannya, bahwa  yang menentukan tanggal pemilu adalah Perdana Menteri, namun Anwar mengaku akan tetap berdiskusi dengan pimpinan PH sebelum mengambil kesimpulan.

Ia juga menekankan jika perpecahan terus terjadi, Pakatan Harapan siap untuk ikut pemilu, tidak hanya di Johor, tetapi juga di wilayah strategis seperti Negeri Sembilan, Selangor, Pahang, dan Penang.

Saat ini, kata Anwar, prioritas utamanya adalah menjaga stabilitas politik demi tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan pemulihan ekonomi Malaysia. Dia juga menegaskan pemerintahannya tidak akan tunduk pada ancaman politik dari pihak manapun.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika mereka mulai mengancam, kami akan merespons dengan tegas. Namun, jika mereka ingin bernegosiasi dengan baik, kami adalah orang-orang baik, sabar, bijaksana, dan ingin menyelamatkan negara ini,” ucapnya, seperti dikutip kantor berita Malaysia, Bernama.

Meski isu perpecahan berembus, Anwar memastikan tiga partai pendiri utama koalisi Pakatan Harapan, yakni Parti Keadilan Rakyat, Democratic Action Party (DAP), dan Parti Amanah Negara (Amanah), tetap berada dalam kondisi yang solid dan stabil. (red)