NasionalPemerintahan

Kepala BKN: Talenta ASN Harus Dibangun dari Asesmen Berkualitas dan Terstandar

18
×

Kepala BKN: Talenta ASN Harus Dibangun dari Asesmen Berkualitas dan Terstandar

Sebarkan artikel ini
Prof. Zudan saat memimpin Sidang Akreditasi Lembaga Assessment Center Periode I dan II bersama Tim Penilai Akreditasi dari Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN di Kantor Pusat BKN, Jakarta

Jakarta, SKPKNews.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menegaskan pentingnya sistem akreditasi lembaga assessment center yang mampu menghasilkan penilaian objektif, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai fondasi pembangunan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Zudan saat memimpin Sidang Akreditasi Lembaga Assessment Center Periode I dan II bersama Tim Penilai Akreditasi dari Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN di Kantor Pusat BKN, Jakarta. Menurutnya, standar dan persepsi para penilai harus terus diselaraskan agar hasil akreditasi tetap konsisten meskipun dilakukan oleh tim yang berbeda.

Ia menekankan bahwa penguatan sistem akreditasi perlu didukung instrumen penilaian yang lebih terukur melalui penyusunan indikator kuantitatif, penerapan standar yang seragam terhadap sarana dan prasarana, tata kelola, serta proses bisnis lembaga. Selain itu, pengujian reliabilitas instrumen juga dinilai penting untuk memastikan validitas hasil akreditasi.

Prof. Zudan menjelaskan bahwa proses akreditasi tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga harus menilai substansi dan dampak layanan yang diberikan assessment center. Penilaian perlu mencerminkan kualitas layanan, kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia, keberlanjutan program, serta tata kelola kelembagaan yang mendukung kinerja jangka panjang.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas proses akreditasi, BKN juga mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui pengembangan sistem aplikasi penilaian. Sistem tersebut diharapkan mampu mendukung pengisian data secara mandiri oleh lembaga, otomatisasi pemeriksaan indikator, pengurangan beban administrasi asesor, serta dokumentasi hasil akreditasi yang lebih tertata dan mudah ditelusuri.

Lebih lanjut, Prof. Zudan mengajak tim penilai untuk mengadopsi paradigma manajemen modern yang berorientasi pada fungsi dan hasil. Menurutnya, lembaga tidak harus memiliki seluruh sarana secara permanen selama mampu menjalankan layanan secara efektif dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Ia menilai assessment center memiliki peran strategis sebagai pintu masuk dalam proses identifikasi dan pengelolaan talenta ASN. Oleh karena itu, kualitas lembaga assessment harus dijaga melalui standardisasi instrumen asesmen, keseragaman metode pengukuran kompetensi, pengumpulan data hasil asesmen secara terpusat, serta pengawasan berkelanjutan terhadap lembaga yang telah terakreditasi.

“Data talenta ASN harus dibangun dari hasil asesmen yang memiliki standar kualitas yang sama sehingga dapat dimanfaatkan secara nasional untuk mendukung sistem manajemen talenta,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola akreditasi, sidang tersebut juga membahas peningkatan mekanisme monitoring dan kewajiban pelaporan bagi lembaga yang telah memperoleh akreditasi. BKN menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan sistem akreditasi assessment center agar semakin kredibel, objektif, dan mampu mendukung terwujudnya manajemen talenta ASN yang terintegrasi, berbasis data, serta selaras dengan kebutuhan pembangunan birokrasi nasional.

Reporter: Ali Han