NasionalTerkini

Mendes Yandri Kukuhkan 200 Pemuda Desa untuk Program Magang dan Pembelajaran di Jepang

39
×

Mendes Yandri Kukuhkan 200 Pemuda Desa untuk Program Magang dan Pembelajaran di Jepang

Sebarkan artikel ini
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama yang akan mengikuti program pengembangan kapasitas di Jepang.

Jakarta, SKPKNews.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengukuhkan 200 peserta Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia angkatan pertama yang akan mengikuti program pengembangan kapasitas di Jepang. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa agar memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah asalnya.

Dalam acara pengukuhan yang digelar di Jakarta, Yandri menyampaikan bahwa para peserta berasal dari berbagai desa di 15 provinsi di Indonesia. Selama berada di Jepang, mereka akan memperoleh kesempatan belajar dan menambah pengalaman di berbagai sektor yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan desa.

“Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa-desa di tanah air,” ujar Yandri.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar melalui 75.266 desa yang dapat dikembangkan menjadi desa ekspor, desa wisata, desa energi, desa swasembada air, maupun berbagai sektor produktif lainnya. Karena itu, peningkatan kapasitas generasi muda desa dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain program pengiriman pemuda ke Jepang, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal juga memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat desa. Dalam kesempatan tersebut, diumumkan pula penyediaan kuota awal sebanyak 500 beasiswa bagi anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Yandri menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta elemen masyarakat lainnya.

Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia juga disebut selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai pemuda desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi di tingkat internasional.

“Pemuda desa memiliki peran besar dalam masa depan bangsa. Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat,” kata Raffi.

Ia menambahkan bahwa kemajuan Indonesia akan semakin cepat terwujud apabila pembangunan dimulai dari desa sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat.

Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berdaya saing global, serta menjadi agen perubahan dalam mendorong kemajuan desa dan pembangunan nasional.

Acara tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Siber Asia Jang Youn Cho, Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional Siti Zuhro, serta sejumlah perwakilan dunia usaha. Mendes Yandri juga didampingi Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala BPSDM Agustomi Masik, dan jajaran pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Berita ini menempatkan informasi berdasarkan keterangan resmi penyelenggara dan memuat tujuan serta harapan pemerintah terhadap program tersebut secara proporsional.

Reporter: Ali Han