NasionalTerkini

Pintu Akses Elektronik Kejari Jakarta Timur Jadi Sorotan, Terpasang Setahun namun Belum Tampak Beroperasi Optimal

19
×

Pintu Akses Elektronik Kejari Jakarta Timur Jadi Sorotan, Terpasang Setahun namun Belum Tampak Beroperasi Optimal

Sebarkan artikel ini
Namun hingga Jumat (30/7/2026), awak media mengaku belum pernah menyaksikan pintu akses tersebut beroperasi sebagai sistem kontrol akses otomatis.

Jakarta, SKPKNews.com – Keberadaan pintu akses elektronik (speed gate/flap barrier) di area pelayanan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menjadi perhatian publik setelah perangkat tersebut terlihat terpasang di pintu utama pelayanan, namun berdasarkan hasil pengamatan awak media belum tampak digunakan sebagaimana fungsi utamanya sebagai pengendali akses pengunjung maupun pegawai, 30 Juli 2026.

Fasilitas yang lazim digunakan di berbagai instansi pemerintah dan perkantoran modern itu pada dasarnya berfungsi meningkatkan keamanan, ketertiban, serta pengawasan terhadap mobilitas orang yang keluar masuk gedung. Umumnya, sistem tersebut terintegrasi dengan kartu identitas pegawai, kartu tamu, QR Code, maupun sistem registrasi digital sehingga seluruh aktivitas dapat tercatat secara elektronik.

Dari hasil pemantauan di lokasi, perangkat tersebut diperkirakan telah terpasang sekitar satu tahun. Namun hingga Jumat (30/7/2026), awak media mengaku belum pernah menyaksikan pintu akses tersebut beroperasi sebagai sistem kontrol akses otomatis. Pengunjung masih terlihat keluar-masuk melalui jalur yang sama tanpa mekanisme pemindaian sebagaimana lazimnya penggunaan speed gate.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia. Apabila perangkat memang belum dioperasikan, publik tentu berharap terdapat penjelasan mengenai penyebabnya, apakah masih dalam tahap pengujian, menunggu integrasi sistem, mengalami kendala teknis, atau terdapat kebijakan tertentu yang membuat perangkat belum difungsikan.

Dalam praktik pelayanan modern, penggunaan speed gate bukan sekadar pelengkap infrastruktur. Sistem ini dirancang untuk memperkuat keamanan gedung, membatasi akses ke area tertentu, serta mendokumentasikan lalu lintas pengunjung secara digital. Mekanisme penggunaannya umumnya dimulai dari registrasi di meja pelayanan, pemberian kartu akses atau QR Code, pemindaian pada sensor pintu, hingga pencatatan otomatis ketika pengunjung memasuki maupun meninggalkan area pelayanan.

Dari sisi pengadaan, harga perangkat speed gate di pasaran bervariasi, berkisar antara puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung spesifikasi, jumlah jalur, integrasi perangkat lunak, server, jaringan, serta sistem pendukung lainnya. Nilai proyek secara keseluruhan dapat mencapai ratusan juta rupiah apabila mencakup instalasi lengkap. Namun demikian, nilai pengadaan fasilitas di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur belum dapat dipastikan dan harus mengacu pada dokumen resmi pengadaan maupun keterangan dari instansi yang berwenang.

Sejumlah pemerhati tata kelola pelayanan publik menilai setiap fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran negara semestinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, keterbukaan informasi mengenai status operasional perangkat dinilai penting agar tidak memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mengenai status operasional pintu akses elektronik tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi apabila pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur berkenan memberikan penjelasan resmi terkait kondisi maupun pemanfaatan fasilitas dimaksud.

Red