JAKARTA, SKPKNews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri yang digelar di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Dalam agenda tersebut, Tito menyimak arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti pentingnya kekompakan, soliditas, dan kerja sama seluruh jajaran pemerintahan dalam menjalankan amanat rakyat.
Sidang kabinet tersebut menjadi momentum bagi Presiden untuk menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras dan kontribusi selama dua tahun pertama pemerintahan. Presiden menilai, pelaksanaan tugas pemerintahan membutuhkan komitmen bersama, semangat pengabdian, serta kemampuan membangun koordinasi yang kuat di antara para pejabat dan lembaga negara.
Dalam arahannya, Prabowo secara terbuka menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh anggota kabinet yang telah menjalankan tanggung jawab masing-masing.
“Saudara-saudara, inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, kerja keras yang disertai semangat dan kesungguhan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pemerintahan. Ia juga menyampaikan penilaian positif terhadap kinerja jajaran kabinet selama dua tahun pertama masa pemerintahan.
“Saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras, saudara-saudara telah memberi apa yang saudara bisa memberi dengan semangat, saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan,” ucapnya.
Selain mengapresiasi hasil kerja kabinet, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya kerja sama tim atau teamwork. Menurutnya, keberhasilan suatu organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecakapan individu, tetapi juga oleh kemampuan setiap anggota untuk bekerja bersama demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Presiden menilai, kekompakan dan koordinasi yang terjaga dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas pemerintahan. Sebaliknya, kemampuan individu yang menonjol belum tentu menghasilkan capaian optimal apabila tidak disertai kesediaan untuk bekerja sama.
“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini. Saudara-saudara, berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama tim (teamwork), kemampuan kerja sama itu yang menentukan,” jelasnya.
Penegasan tersebut mencerminkan pentingnya membangun budaya kerja kolektif di lingkungan pemerintahan. Setiap kementerian dan lembaga memiliki tugas serta kewenangan masing-masing, tetapi pelaksanaan agenda nasional membutuhkan koordinasi agar berbagai kebijakan dapat berjalan selaras.
Presiden juga mengingatkan bahwa kecerdasan dan kemampuan seseorang perlu diimbangi dengan sikap kooperatif. Dalam organisasi pemerintahan, perbedaan kapasitas maupun latar belakang seharusnya tidak menjadi penghambat untuk membangun sinergi.
“Daripada banyak orang cemerlang dan brilian tapi tidak bisa kerja sama, lebih baik orang yang biasa-biasa saja tapi bisa bekerja sama dengan baik. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia,” tandas Prabowo.
Pesan tersebut menempatkan kerja sama sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan dan efektivitas organisasi. Dalam konteks pemerintahan, soliditas diperlukan agar pelaksanaan kebijakan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung melalui koordinasi dan tanggung jawab bersama.
Kehadiran Mendagri Tito Karnavian dalam sidang tersebut merupakan bagian dari keterlibatan jajaran kabinet dalam agenda evaluasi dan arahan pemerintahan. Sebagai pimpinan Kementerian Dalam Negeri, koordinasi pemerintahan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung hubungan kerja antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Arahan Presiden mengenai kekompakan dan kerja sama juga menegaskan bahwa pencapaian pemerintahan tidak cukup hanya bertumpu pada hasil kerja masing-masing individu atau lembaga. Sinergi, komunikasi, dan konsistensi dalam menjalankan tugas diperlukan agar program pemerintah dapat dilaksanakan secara terarah.
Meski demikian, apresiasi terhadap kinerja kabinet tetap perlu berjalan seiring dengan komitmen untuk menjaga kualitas pelayanan publik, meningkatkan efektivitas program, serta memastikan kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, pesan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna tidak hanya berkaitan dengan hubungan kerja internal kabinet, tetapi juga menyangkut tanggung jawab kolektif seluruh jajaran pemerintahan dalam memenuhi harapan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam kesempatan tersebut, Teddy menyampaikan kehadiran seluruh anggota Kabinet Merah Putih beserta sejumlah pejabat terkait.
Sidang kemudian dilanjutkan dengan penayangan video bertajuk “Hasil Nyata Dua Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo”.
Melalui forum tersebut, Presiden kembali menekankan bahwa kekompakan dan kemampuan bekerja sama merupakan fondasi penting dalam menjalankan organisasi pemerintahan. Tantangan berikutnya adalah memastikan semangat tersebut terus diwujudkan melalui koordinasi yang efektif, pelaksanaan program yang terukur, serta pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Sumber: Rilis Pers Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Puspen Kemendagri), 21 Oktober 2026.
Editor: Ali Han












