DaerahTerkini

AHWA Muktamar NU Memanas, Ulama Lirboyo Jadi Sorotan

23
×

AHWA Muktamar NU Memanas, Ulama Lirboyo Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Nama dua ulama dari lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, yakni KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur, turut menjadi perhatian. Sejumlah peserta disebut mendorong agar kedua nama tersebut tetap dipertimbangkan dalam kandidat AHWA.

Jombang, SKPKNews.com – Dinamika pembahasan kandidat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Sabtu (29/8/2026), menjadi perhatian peserta. Perdebatan terutama berkaitan dengan mekanisme serta komposisi nama ulama yang akan masuk dalam kandidat AHWA.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda Komisi Organisasi Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Sejumlah nama ulama sepuh disebut menjadi bagian dari aspirasi peserta dalam pembahasan kandidat AHWA.

Di tengah dinamika tersebut, nama dua ulama dari lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, yakni KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur, turut menjadi perhatian. Sejumlah peserta disebut mendorong agar kedua nama tersebut tetap dipertimbangkan dalam kandidat AHWA.

Informasi mengenai adanya perbedaan pandangan terhadap sejumlah nama kandidat juga memunculkan respons dari sejumlah alumni Lirboyo yang hadir dalam forum Muktamar. Mereka menyampaikan aspirasi agar proses penentuan kandidat AHWA tidak didasarkan pada kepentingan kelompok tertentu.

Salah seorang Ketua PCNU asal Kalimantan yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, para ulama yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan NU perlu mendapatkan pertimbangan secara proporsional.

“Ini bukan persoalan kubu. Ini menyangkut penghormatan kepada ulama sepuh dan bagaimana marwah NU tetap dijaga,” ujarnya di Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Selain KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur, nama KH Hasib Wahab juga disebut dalam aspirasi sejumlah peserta untuk dipertimbangkan dalam komposisi AHWA.

Namun, informasi mengenai nama-nama tersebut masih merupakan dinamika pembahasan dan belum dapat disebut sebagai daftar resmi kandidat AHWA. Penetapan tetap bergantung pada mekanisme dan keputusan resmi Muktamar NU ke-35.

Nama Rois Aam Masih Menjadi Dinamika

Pembahasan kandidat AHWA juga tidak terlepas dari dinamika mengenai posisi Rois Aam PBNU. Nama KH Miftakhul Akhyar masih disebut dalam pembicaraan sejumlah peserta terkait kemungkinan komposisi AHWA.

Meski demikian, pandangan mengenai hal tersebut belum sepenuhnya seragam. Perbedaan pendapat menjadi bagian dari dinamika Muktamar, terutama dalam menentukan mekanisme dan figur yang akan menjalankan mandat dalam proses AHWA.

Karena itu, setiap nama yang berkembang dalam pembahasan hingga Sabtu (29/8/2026) perlu ditempatkan sebagai aspirasi atau dinamika forum, bukan sebagai keputusan final.

AHWA Memiliki Posisi Strategis

AHWA merupakan bagian penting dalam mekanisme kepemimpinan NU. Forum tersebut memiliki peran strategis dalam proses penentuan Rois Aam PBNU sesuai mekanisme yang berlaku dalam organisasi.

Besarnya perhatian terhadap komposisi AHWA menunjukkan bahwa tahapan tersebut menjadi salah satu agenda penting Muktamar NU ke-35.

Dengan pembahasan tata tertib dan mekanisme pemilihan yang masih berlangsung, dinamika nama-nama kandidat diperkirakan masih dapat berubah. Keputusan final mengenai komposisi AHWA akan ditentukan melalui mekanisme resmi Muktamar.

Karena itu, seluruh pihak diharapkan menghormati proses persidangan serta membedakan antara aspirasi peserta, informasi yang berkembang, dan keputusan resmi forum.

Editor: Ali Han