NasionalTerkini

Dirjen Badilag Tekankan Kepemimpinan Humanis, Integritas Jadi Pilar Utama Pelayanan Peradilan

28
×

Dirjen Badilag Tekankan Kepemimpinan Humanis, Integritas Jadi Pilar Utama Pelayanan Peradilan

Sebarkan artikel ini
Muchlis menilai efektivitas seorang pemimpin tidak diukur dari kemampuan memberi instruksi semata, melainkan dari kesediaannya hadir di tengah aparatur untuk memahami persoalan yang mereka hadapi.

Jakarta, SKPKNews.com –  Selasa (28/7/2026). Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menegaskan pentingnya pola kepemimpinan yang mengedepankan sikap mengayomi, mendengar aspirasi, serta membangun komunikasi yang sehat di lingkungan peradilan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan kepada jajaran Pengadilan Agama Lubuk Linggau, Senin (27/7).

Dalam arahannya, Muchlis menilai efektivitas seorang pemimpin tidak diukur dari kemampuan memberi instruksi semata, melainkan dari kesediaannya hadir di tengah aparatur untuk memahami persoalan yang mereka hadapi. Menurutnya, berbagai hambatan teknis maupun nonteknis harus diselesaikan melalui dialog dan solusi yang konstruktif.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan persuasif dan keteladanan akan lebih mampu membangun kekompakan organisasi dibanding pola kepemimpinan yang bersifat represif. Budaya musyawarah, kata dia, perlu terus dipelihara agar tercipta lingkungan kerja yang harmonis sekaligus produktif.

Muchlis juga menggarisbawahi makna loyalitas di lingkungan peradilan. Loyalitas, menurutnya, bukan sekadar kepatuhan terhadap atasan, tetapi komitmen terhadap aturan, integritas, serta visi lembaga dalam memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan.

Ia mengaitkan budaya kerja kolektif-kolegial dengan kualitas putusan pengadilan. Musyawarah majelis hakim yang berlangsung secara objektif dan profesional dinilai menjadi faktor penting dalam menghasilkan putusan yang matang, berkualitas, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Di sisi lain, integritas disebut sebagai fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan peradilan. Muchlis mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan sarana memperoleh keuntungan pribadi.

Untuk memperkuat budaya integritas, ia menekankan perlunya pengawasan yang berkesinambungan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi layanan berbasis digital, hingga penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam kesempatan tersebut, Muchlis turut menyampaikan pesan Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., yang mengajak seluruh aparatur peradilan untuk terus menjaga semangat pengabdian.

> “Teruslah mengabdi, tanpa berharap balas budi. Teruslah berprestasi, tanpa mengharap apresiasi. Jangan menunggu sempurna, untuk melayani secara paripurna,” kutip Muchlis.

 

Kegiatan pembinaan diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Dirjen Badilag sebagai pembina apel, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan bertema “Membangun Sinergi, Loyalitas, dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Agama.” Acara diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, para hakim, panitera, sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur Pengadilan Agama Lubuk Linggau.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Mahkamah Agung untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, dan pelayanan publik di lingkungan peradilan agama sebagai fondasi peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Reporter: Ali Han
Humas:MARI