JAKARTA TIMUR, SKPKNews.com – Upaya menjaga kebersihan dan fungsi saluran air kembali dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui kegiatan Grebek Lumpur di wilayah Kecamatan Matraman, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kemuning I, RW 07, tersebut dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan diawali apel gabungan yang dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, S.Sos., M.Si. Sejumlah unsur perangkat daerah, petugas teknis, PPSU, pengurus lingkungan, serta masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Dari proses pembersihan, petugas berhasil mengumpulkan dan mengangkut sekitar 400 karung material dari saluran dan area sekitarnya. Material yang dibersihkan antara lain lumpur atau sedimentasi, sampah, rumput liar, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Yulia Hastuti, SKM, selaku Kasi Kesra Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Kehadiran jajaran kelurahan menjadi bagian dari koordinasi dalam mendukung penanganan persoalan lingkungan di wilayah permukiman.
Kegiatan juga melibatkan Camat Matraman M. Husnul Fauzi, M.T., beserta jajaran, Satpol PP, Kelurahan Utan Kayu Utara yang dipimpin Yuni Sarofah, S.Pd., M.Tr.A.P., serta unsur Satuan Pelaksana Sumber Daya Air, Bina Marga, Perhubungan, Pertamanan dan Hutan Kota, Lingkungan Hidup, PPSU, dan masyarakat.
Dukungan masyarakat terlihat dari keterlibatan Ketua RW 06 dan RW 07, sejumlah ketua RT, LMK RW 07, serta warga di sekitar Jalan Kemuning I. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan dan pemeliharaan saluran membutuhkan keterlibatan lintas unsur.
Meski sebanyak 400 karung material berhasil diangkut, capaian tersebut belum semata-mata dapat dijadikan ukuran keberhasilan. Kondisi saluran setelah pembersihan dan kemampuan saluran dalam mengalirkan air menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan.
Terlebih, penumpukan lumpur, sampah, dan vegetasi liar dapat kembali terjadi apabila tidak disertai pemeliharaan secara berkala. Karena itu, kegiatan Grebek Lumpur diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembersihan sesaat, melainkan menjadi bagian dari pola pemeliharaan saluran yang berkelanjutan.
Aspek lain yang juga penting adalah kejelasan mengenai jenis material yang diangkut, mekanisme pengangkutan, hingga lokasi pembuangan material hasil pengerukan. Informasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat dipantau secara lebih transparan dan terukur.
Dengan koordinasi antara pemerintah daerah, perangkat kelurahan, petugas teknis, pengurus lingkungan, dan masyarakat, kegiatan serupa diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membantu mengoptimalkan fungsi saluran, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Grebek Lumpur di Matraman pada akhirnya bukan hanya soal berapa banyak karung yang berhasil diangkut, tetapi juga bagaimana kondisi saluran dapat dipertahankan agar tetap berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi warga dalam jangka panjang.
Reporter: Ali Han












