NasionalTerkini

Hari Anak Nasional di Matraman Perkuat Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas

21
×

Hari Anak Nasional di Matraman Perkuat Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu diprakarsai Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, dengan dukungan Pembina KNPS Indonesia, Hj. Rany Mauliani, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Jakarta, SKPKNews.com – Ratusan anak usia dini memadati GOR Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema “Anak Indonesia Hebat, Kuat dan Bebas Stunting”, kegiatan tersebut memadukan edukasi, permainan, dan pembentukan karakter sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan perlindungan hak anak.

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu diprakarsai Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, dengan dukungan Pembina KNPS Indonesia, Hj. Rany Mauliani, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Sejumlah organisasi turut berpartisipasi, di antaranya Anak Muda Amankan Nusantara (AMAN) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

Beragam kegiatan edukatif disiapkan bagi peserta, mulai dari lomba mewarnai, mozaik kertas, dongeng inspiratif, permainan edukatif, latihan disiplin dan pembentukan karakter, penyusunan puzzle bergambar Presiden serta Ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG), pertunjukan badut, hiburan musik, hingga pembagian doorprize.

Dalam sambutannya, David Hamka menekankan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak, terutama hak memperoleh gizi yang baik, pendidikan yang layak, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga bersama. Mereka berhak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat. Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah,” ujar David.

Senada dengan itu, Hj. Rany Mauliani menyampaikan bahwa penurunan angka stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Menurutnya, intervensi kesehatan harus berjalan beriringan dengan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak usia dini.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tenaga pendidik, dan keluarga dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar anak.

“Tidak boleh ada stunting lagi di Republik Indonesia. Tidak boleh ada anak yang lapar lagi di Indonesia. Tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak minum susu lagi.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak.

Di sela kegiatan, perhatian peserta dan awak media tertuju kepada Muhammad Khairul Azzam, siswa BKB PAUD Kenanga RW 012, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman. Dengan antusias, Azzam mengikuti lomba menggambar yang menjadi salah satu kegiatan favoritnya.

“Senang sekali ikut menggambar. Gurunya baik dan ramah. Aku juga jadi punya teman-teman baru,” ujar Azzam.

Keceriaan Azzam semakin lengkap karena selama kegiatan ia didampingi ibunya.

“Aku senang karena ditemani Mama,” katanya sambil tersenyum.

Pengalaman Azzam mencerminkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam setiap aktivitas anak. Kehadiran keluarga dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri, memberikan kenyamanan, serta memperkuat ikatan emosional yang berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan anak.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Matraman menjadi lebih dari sekadar kegiatan hiburan. Agenda tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat, pemenuhan gizi, penguatan karakter, serta pencegahan stunting melalui pendekatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah, KNPS Indonesia berharap semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan terbebas dari stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas.

Reporter: Ali Han