NasionalTerkini

Kearifan Bali di Bumi Makassar, I Wayan Gede Rumega Dorong Peradilan Humanis dan Berintegritas

33
×

Kearifan Bali di Bumi Makassar, I Wayan Gede Rumega Dorong Peradilan Humanis dan Berintegritas

Sebarkan artikel ini
FORSIMEMA-RI, Menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan I Wayan Gede Rumega sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Makassar Kelas IA Khusus.

Jakarta, SKPKNews.com – Jumat, 14 Agustus 2026. Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan I Wayan Gede Rumega sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Makassar Kelas IA Khusus.

Kepemimpinan I Wayan Gede Rumega yang membawa nilai-nilai kearifan lokal Bali dinilai dapat memberikan warna tersendiri dalam pengelolaan lembaga peradilan sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas, pelayanan publik, dan penegakan hukum di wilayah hukum PN Makassar.

Menurut Ketua Umum FORSIMEMA-RI, pendekatan kepemimpinan tersebut tidak semata-mata bertumpu pada aspek manajerial dan kepastian hukum, tetapi juga dapat dimaknai melalui falsafah Tri Hita Karana, yakni konsep keharmonisan yang mencakup hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Pertama, Parahyangan, yaitu hubungan harmonis dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai ini ditempatkan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas, termasuk menjunjung kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam proses peradilan.

Kedua, Pawongan, yaitu hubungan harmonis antarsesama manusia. Prinsip ini tercermin melalui upaya membangun hubungan yang humanis antara pimpinan, hakim, aparatur pengadilan, aparat penegak hukum, insan pers, serta masyarakat pencari keadilan.

Ketiga, Palemahan, yaitu hubungan harmonis dengan lingkungan. Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui penciptaan lingkungan kerja pengadilan yang bersih, tertib, nyaman, kondusif, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

«“Falsafah Tri Hita Karana yang dibawa oleh Bapak I Wayan Gede Rumega dari Bali ke bumi Makassar merupakan perpaduan antara kearifan lokal dan profesionalisme peradilan modern. Ini dapat menjadi inspirasi kepemimpinan peradilan yang tidak hanya mengedepankan ketegasan aturan, tetapi juga nilai moral, spiritual, dan pendekatan humanis,” tegas Ketua Umum FORSIMEMA-RI.»

FORSIMEMA-RI menyatakan akan terus mengambil peran sebagai mitra strategis media dalam mengawal dan mempublikasikan berbagai perkembangan serta inovasi pelayanan hukum di PN Makassar.

Sinergi antara lembaga peradilan dan insan pers dinilai penting untuk memperkuat keterbukaan informasi publik, memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, serta mendorong peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Melalui kepemimpinan yang mengedepankan nilai keharmonisan, PN Makassar diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi peradilan secara profesional, transparan, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Penulis: Syamsul Bahri
Ketua Umum FORSIMEMA-RI
Editor: Ali Han