NasionalPemerintahanTerkini

Kodam XXII/Tambun Bungai Perkuat Misi Kemanusiaan, Warga Terdampak Karhutla Jadi Perhatian

8
×

Kodam XXII/Tambun Bungai Perkuat Misi Kemanusiaan, Warga Terdampak Karhutla Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mengarahkan Tim Damkar 26 Yonif TP 925/KSW bersama Koramil 1011-13/Pandih Batu yang berposko di Kecamatan Maliku.

PULANG PISAU, SKPKNews.com – Kepedulian terhadap kesulitan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus dilakukan di wilayah Kalimantan Tengah. Tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman api, Kodam XXII/Tambun Bungai juga mengambil langkah kemanusiaan dengan membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak bencana.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mengarahkan Tim Damkar 26 Yonif TP 925/KSW bersama Koramil 1011-13/Pandih Batu yang berposko di Kecamatan Maliku untuk melaksanakan distribusi air bersih kepada masyarakat Desa Dandang, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau.

Langkah tersebut merupakan bentuk respons terhadap kesulitan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat dampak kebakaran hutan dan lahan. Dalam situasi bencana, ketersediaan air menjadi kebutuhan mendasar yang tidak dapat diabaikan karena berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga, kebersihan, dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Menindaklanjuti arahan Pangdam, Tim Damkar 26 yang dipimpin Peltu Dwi Heru bersama Serda Alvin bergerak melaksanakan penyaluran air bersih kepada warga Desa Dandang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pengendalian kebakaran hingga perhatian terhadap dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan ancaman terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Dalam kondisi tertentu, dampaknya dapat meluas hingga menghambat pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk ketersediaan air bersih.

Karena itu, kehadiran personel TNI untuk membantu distribusi air bersih menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang menghadapi situasi sulit. Bantuan tersebut juga memperlihatkan bahwa penanganan bencana tidak cukup diukur dari kegiatan operasional di lapangan, tetapi perlu dilihat dari sejauh mana respons yang diberikan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Di Desa Dandang, Kecamatan Pandih Batu, langkah yang dilakukan Tim Damkar 26 Yonif TP 925/KSW bersama Koramil 1011-13/Pandih Batu menjadi wujud kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dukungan di tengah dampak karhutla.

Meski demikian, upaya bantuan kemanusiaan perlu terus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Pemetaan kebutuhan warga, pemerataan distribusi, serta keberlanjutan akses air bersih menjadi hal penting agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan bahwa tugas penanganan karhutla tidak semata-mata berkaitan dengan pemadaman kebakaran. Menurutnya, keberadaan prajurit di wilayah terdampak juga harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

“Penanganan Karhutla tidak hanya soal pemadaman, tetapi juga bagaimana kita hadir membantu kesulitan rakyat. Air bersih adalah kebutuhan utama, dan kita harus pastikan warga tidak kekurangan,” tegas Pangdam.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas di daerah terdampak bencana. Prajurit tidak hanya dituntut menjalankan tugas sesuai arahan komando, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitarnya.

Dalam konteks tersebut, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan mampu membantu mengurangi beban yang muncul akibat kondisi darurat sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas TNI.

Pelaksanaan tugas kemanusiaan dalam situasi bencana juga berkaitan erat dengan nilai integritas. Integritas tidak hanya tercermin dalam kepatuhan terhadap perintah dan prosedur, tetapi juga dalam tanggung jawab, kepedulian, serta kesungguhan memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat.

Dalam penanganan karhutla, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui koordinasi yang baik, penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab, dan penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Setiap kegiatan harus dilaksanakan secara tertib, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, kehadiran aparat yang responsif merupakan hal penting. Bantuan yang diberikan pada saat kebutuhan mendesak muncul dapat membantu warga melewati situasi sulit, terutama ketika akses terhadap kebutuhan dasar mengalami gangguan.

Oleh sebab itu, distribusi air bersih di Desa Dandang bukan sekadar kegiatan pendukung operasi karhutla. Kegiatan tersebut juga menjadi gambaran pentingnya menempatkan keselamatan dan kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari perhatian dalam penanganan bencana.

Namun, keberhasilan penanganan karhutla secara menyeluruh tetap membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat. Sinergi diperlukan agar penanganan kebakaran serta pemulihan kondisi warga dapat berjalan secara terarah.

Kodam XXII/Tambun Bungai berharap kegiatan distribusi air bersih tersebut dapat meringankan beban masyarakat Desa Dandang sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat dalam menghadapi bencana karhutla.

Keterlibatan Tim Damkar 26 Yonif TP 925/KSW dan Koramil 1011-13/Pandih Batu memperlihatkan pentingnya koordinasi antarsatuan dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah terdampak. Melalui koordinasi tersebut, bantuan kemanusiaan dapat menjadi bagian dari respons yang lebih luas terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan.

Ke depan, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan langkah pencegahan, pemadaman, dan pemulihan lingkungan. Selain memastikan bantuan tersedia ketika dibutuhkan, pemantauan kondisi warga dan identifikasi wilayah yang mengalami kesulitan air juga menjadi aspek penting dalam mengantisipasi dampak lanjutan.

Partisipasi masyarakat turut diperlukan, terutama dalam menyampaikan kondisi di lingkungan masing-masing, mengikuti arahan petugas, serta mendukung langkah pencegahan kebakaran. Kolaborasi yang baik antara aparat dan warga diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Aksi yang dilakukan Kodam XXII/Tambun Bungai di Desa Dandang menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah konkret sesuai kebutuhan di lapangan. Di tengah tantangan karhutla, pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga.

Pada akhirnya, penanganan karhutla yang efektif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan api, tetapi juga oleh kesigapan merespons dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah kesulitan warga diharapkan terus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadapi bencana dengan mengedepankan kemanusiaan, tanggung jawab, integritas, dan semangat gotong royong.

Sumber: Pendam XXII/Tambun Bungai

Editor: Ali Han