DaerahEkonomi & BisnisTerkini

Potensi Ekonomi Karbon Dinilai Mampu Buka Lapangan Kerja, GANTARA Dorong Pengembangan Green Jobs

33
×

Potensi Ekonomi Karbon Dinilai Mampu Buka Lapangan Kerja, GANTARA Dorong Pengembangan Green Jobs

Sebarkan artikel ini
Gagasan tersebut disampaikan Presiden Gerakan Anti Nganggur Nusantara (GANTARA), Sandi Febri Wijaya, yang menilai pemanfaatan potensi karbon nasional dapat menjadi salah satu alternatif dalam menekan angka pengangguran, terutama di kalangan generasi muda.

Bandar Lampung, SKPKNews.com – Pengembangan ekonomi hijau dan perdagangan karbon (carbon trading) dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas lapangan kerja di Indonesia. Gagasan tersebut disampaikan Presiden Gerakan Anti Nganggur Nusantara (GANTARA), Sandi Febri Wijaya, yang menilai pemanfaatan potensi karbon nasional dapat menjadi salah satu alternatif dalam menekan angka pengangguran, terutama di kalangan generasi muda.

Menurut Sandi, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam yang berfungsi sebagai penyerap karbon, seperti hutan tropis, kawasan mangrove, dan lahan gambut. Potensi tersebut, apabila dikelola secara berkelanjutan, tidak hanya mendukung upaya pengurangan emisi, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja.

Ia menjelaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan sumber daya manusia di berbagai bidang, mulai dari rehabilitasi hutan, pengelolaan ekosistem mangrove, pemantauan dan pengukuran karbon berbasis teknologi, hingga proses administrasi dan verifikasi kredit karbon.

Selain itu, proyek-proyek berbasis masyarakat atau nature-based solutions dinilai mampu memperkuat perekonomian daerah. Menurutnya, pengembangan proyek karbon di wilayah pedesaan berpotensi membuka peluang usaha dan pekerjaan bagi masyarakat setempat sehingga manfaat ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

GANTARA juga menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi di bidang ekonomi hijau. Langkah tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri berkelanjutan yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global.

Sandi menilai bonus demografi Indonesia perlu diiringi dengan penciptaan lapangan kerja baru agar dapat menjadi kekuatan pembangunan. Menurutnya, sektor ekonomi karbon merupakan salah satu peluang yang layak dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

> “Potensi karbon kita nilainya ratusan triliun rupiah, dan itu bukan sekadar angka di bursa saham, tetapi peluang kerja nyata di lapangan. Jika potensi ini dikelola dengan tepat, anak-anak muda kita yang tadinya menganggur bisa menjadi aktor utama pembangunan ekonomi hijau Indonesia,” ujar Sandi Febri Wijaya.

 

Melalui pengembangan sektor ekonomi hijau, GANTARA berharap dapat berperan sebagai penghubung antara pemanfaatan potensi sumber daya alam Indonesia dengan kebutuhan penciptaan lapangan kerja. Organisasi tersebut menilai pendekatan tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan.

(Sunarwan)