JAKARTA, SKPKNews.com – Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung mengungkap sejumlah rencana kebijakan dan program yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi DKJ Jakarta untuk 2027. Agenda tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, transportasi publik, hingga pengelolaan lingkungan dan pengendalian banjir.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di sela-sela Anugerah Jurnalistik ke-52 PWI Jaya yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).
Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum PWI Akhmad Munir Sekretaris Jenderal PWI Marthen Selamet Susanto, Dewan Kehormatan PWI Atal S. Depari, serta jajaran PWI Pusat. Dari PWI Jaya hadir Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Sekretaris Umum Arman Suparman, S.H., Bendahara Umum Dar Edi Yoga, beserta jajaran pengurus.
Dalam pemaparannya, Pramono mengatakan Pemprov DKJ tengah menyiapkan sejumlah kebijakan yang diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
Salah satu agenda yang disampaikan adalah dukungan pembiayaan pendidikan melalui skema yang berkaitan dengan LPDP Pemerintah Daerah.
Pramono menyebut dukungan tersebut tidak hanya ditujukan bagi warga Jakarta yang menempuh pendidikan di dalam wilayah DKJ. Pelajar maupun mahasiswa asal Jakarta yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.
Meski demikian, pelaksanaannya tetap harus mengikuti mekanisme, persyaratan, serta ketentuan yang berlaku.
“Walaupun anak Jakarta sekolah di luar kota, tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Jakarta,” ujar Pramono.
Rencana Rumah Sakit Berstandar Internasional
Pada sektor kesehatan, Pramono mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit umum berstandar internasional di kawasan Cakung Barat, Jakarta Timur.
Rencana tersebut disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Namun, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut masih membutuhkan tahapan lebih lanjut, antara lain perencanaan, penganggaran, kajian teknis, serta proses administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara di sektor transportasi, Pemprov DKJ memproyeksikan pengembangan jaringan transportasi massal guna memperkuat konektivitas antarkawasan.
Salah satu rencana yang disampaikan Pramono adalah pengembangan LRT rute Kelapa Gading–Manggarai.
Selain itu, terdapat pula agenda pengembangan jaringan transportasi yang menghubungkan kawasan Dukuh Atas, Pondok Labu, hingga Harmoni.
Pramono mengatakan penguatan jaringan transportasi publik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, termasuk pekerja dan pelaku usaha.
“Artinya, ini untuk mempermudah para pekerja dan pedagang agar menghemat waktu, supaya para pekerja tidak mengalami keterlambatan,” kata Pramono.
Realisasi berbagai rencana tersebut tentunya membutuhkan kajian kebutuhan transportasi, integrasi antarmoda, kesiapan infrastruktur, pembiayaan, serta koordinasi dengan pihak terkait.
Penanganan Ciliwung dan Pengendalian Genangan
Persoalan lingkungan dan pengendalian banjir juga menjadi bagian dari agenda Pemprov DKJ.
Pramono menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melanjutkan penanganan persoalan di sepanjang Sungai Ciliwung.
Selain itu, Pemprov DKJ merencanakan pembangunan embung di kawasan Cakung Barat, Jakarta Timur. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung pengelolaan air sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi potensi genangan.
Berbagai agenda yang disampaikan gubernur tersebut masih merupakan rencana kebijakan dan program yang membutuhkan tahapan lebih lanjut sebelum dapat direalisasikan.
Pelaksanaannya akan bergantung pada proses perencanaan dan penganggaran, kajian teknis, koordinasi lintas instansi, serta kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.
Paparan Pramono memberikan gambaran mengenai arah kebijakan Pemprov DKJ Jakarta untuk 2027, khususnya dalam memperkuat pelayanan dasar, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, meningkatkan konektivitas transportasi publik, serta memperkuat pengelolaan lingkungan dan pengendalian banjir.
Reporter: Ali Han












