Manokwari, SKPKNews.com – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026). Ajang nasional yang berlangsung pada 20–28 Juni 2026 tersebut diikuti peserta dari 38 provinsi dan mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu”.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari, Christian Kurnianto Tehuteru, turut mendampingi Wapres dalam rangkaian acara yang mempertemukan ribuan peserta, tamu undangan, dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembukaan Pesparawi Nasional XIV ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wapres bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, serta para gubernur yang hadir. Acara diawali dengan defile 43 kontingen dari 38 provinsi yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara dalam semangat persatuan dan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi atas transformasi RTP Borarsi yang kini mampu menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. Menurutnya, pemilihan Manokwari sebagai tuan rumah Pesparawi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Wapres menegaskan bahwa arah pembangunan nasional saat ini tidak lagi berorientasi Jawa-sentris, melainkan Indonesia-sentris. Karena itu, Papua menjadi salah satu wilayah prioritas dalam agenda pembangunan nasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif sebagai fondasi keberhasilan pembangunan di daerah.
Selain itu, Wapres mengapresiasi tema Pesparawi Nasional XIV yang dinilai sejalan dengan upaya memperkuat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan perdamaian di Tanah Papua.
Rangkaian pembukaan semakin meriah dengan prosesi tiupan triton, pembukaan selubung maskot “Bit Sang Konduktor”, penampilan lagu Haleluya Agung, serta tarian tifa yang menggambarkan kekayaan budaya Papua.
Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Tanah Papua secara bersama-sama oleh seluruh hadirin. Dengan tangan kanan diletakkan di dada kiri, para peserta menunjukkan rasa cinta, penghormatan, dan kebanggaan terhadap Tanah Papua sebagai bagian penting dari Indonesia.
Editor; Ali Han
(Sumber: Pendam XVIII/Kasuari)












