DaerahPendidikan

Mendes Yandri Ajak Lulusan UIN SMH Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

16
×

Mendes Yandri Ajak Lulusan UIN SMH Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

Sebarkan artikel ini
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjabarkannya melalui 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia.

Serang, SKPKNews.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak para lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Ia mendorong para sarjana agar mampu menciptakan lapangan kerja dengan mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di desa.

Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat memberikan orasi ilmiah dalam acara wisuda sarjana dan pascasarjana UIN SMH Banten Tahun 2026 di Convention Hall and Business Center UIN SMH Banten, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Yandri, desa memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu sejalan dengan Asta Cita keenam yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi kemiskinan.

Sejumlah program prioritas pemerintah, kata Yandri, juga memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan desa, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Untuk memperkuat pelaksanaan Asta Cita keenam tersebut, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjabarkannya melalui 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia. Program tersebut mencakup berbagai potensi ekonomi desa, antara lain Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), desa wisata, desa tematik hingga desa ekspor.

“Kita ingin baik mahasiswa UIN Banten maupun alumninya bisa berkontribusi di 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia ini. Salah satunya ada desa ekspor yang hari ini sudah ada 400 desa ekspor yang kami luncurkan dengan transaksi hampir mencapai Rp1 triliun,” ujar Yandri.

Ia menyebut Provinsi Banten memiliki sejumlah desa yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata maupun sentra ekonomi berbasis komoditas. Potensi tersebut antara lain desa wisata serta desa tematik yang bergerak di sektor peternakan dan pertanian, seperti ayam petelur, ayam pedaging, ikan nila, ikan lele, jagung, bawang merah dan jahe.

Yandri menilai pola pikir lulusan perguruan tinggi perlu diarahkan agar tidak sebatas menjadikan ijazah sebagai modal untuk melamar pekerjaan.

“Jadi PNS itu bagus, luar biasa, melamar kerja itu boleh, tidak ada masalah. Tapi bagaimana kita mengubah mindset kita, cara berpikir kita, bahwa sarjana itu tidak mesti ijazahnya hanya untuk melamar pekerjaan, tapi dia bisa menghadirkan pekerjaan dalam artian merekrut tenaga kerja,” tegasnya.

Menurut Yandri, berbagai unit usaha di desa memiliki potensi menyerap tenaga kerja. Desa ekspor, misalnya, dapat merekrut sekitar 10 hingga 15 orang. BUM Desa diperkirakan dapat mempekerjakan sekitar 7 hingga 10 orang, sementara Koperasi Desa Merah Putih juga berpotensi menyerap 7 hingga 10 tenaga kerja. Adapun desa wisata dapat membuka peluang kerja hingga sekitar 100 orang, tergantung skala pengembangannya.

Ia menegaskan, pengembangan ekonomi desa tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar ekspor apabila dikelola secara profesional.

Karena itu, Yandri mengajak civitas akademika UIN SMH Banten untuk mengintegrasikan program pembangunan desa dengan Tri Dharma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Dari 1.200 lebih desa di Banten, saya kira dengan program kami ada program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI), dan juga ada program-program yang lain dari 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia, kami bisa memadu-padankan dengan Tri Dharma perguruan tinggi UIN Banten,” katanya.

Dalam kegiatan wisuda tersebut, Kemendes PDT dan UIN SMH Banten juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut mencakup pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi, pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.

Turut mendampingi Mendes Yandri dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Direktur Jenderal PEID Kemendes Tabrani, Direktur Jenderal PPDT Samsul Widodo, serta Kepala BPSDM Kemendes Agustomi Masik.

Sumber: Humas Kemendes PDT
Editor: Ali Han