DaerahHukum & KriminalTerkini

Menteri Desa Hadiri HANI 2026, Sinergi Pemerintah Diperkuat untuk Wujudkan Desa Bebas Narkoba

22
×

Menteri Desa Hadiri HANI 2026, Sinergi Pemerintah Diperkuat untuk Wujudkan Desa Bebas Narkoba

Sebarkan artikel ini
HANI 2026, Menteri Yandri bersama Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, Data yang dipaparkan menunjukkan sebanyak 8.872,08 gram sabu dimusnahkan, sementara 90,24 gram disisihkan untuk uji laboratorium.

Bogor, SKPKNews.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Kehadiran Menteri Desa dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar), sebuah inisiatif kolaboratif antara Kementerian Desa dan BNN yang bertujuan mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkotika hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Program Desa Bersinar menitikberatkan pada pelibatan pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Mengingat mayoritas wilayah Indonesia berada di kawasan perdesaan, penguatan ketahanan masyarakat desa dinilai menjadi bagian penting dalam strategi nasional pemberantasan narkotika.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Yandri menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengutip pesan Presiden bahwa kerja sama menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan nasional.

“Masa depan negeri ini tergantung kita semua. Pesan Bapak Presiden Prabowo adalah kerja sama karena kita bukan superman, tetapi super tim,” ujar Yandri.

Menurut Kementerian Desa, program Desa Bersinar telah diterapkan di sejumlah daerah melalui komitmen pemerintah desa bersama masyarakat. Upaya tersebut diperkuat dengan penyediaan berbagai sarana pelaporan dan pengawasan guna mendukung pencegahan peredaran narkotika di lingkungan masyarakat.

Pada rangkaian HANI 2026, Menteri Yandri bersama Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, meninjau BNN Expo sekaligus menyaksikan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan berbagai kasus di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, BNN memusnahkan sekitar 3,37 ton barang bukti narkotika yang terdiri atas sabu, hasis, bunga ganja asal Thailand, serta cairan prekursor. Sebagian kecil barang bukti disisihkan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium sesuai prosedur penyidikan.

Data yang dipaparkan menunjukkan sebanyak 8.872,08 gram sabu dimusnahkan, sementara 90,24 gram disisihkan untuk uji laboratorium. Untuk jenis hasis, dari total 3.006 gram, sebanyak 2.996 gram dimusnahkan dan 10 gram digunakan sebagai sampel laboratorium. Adapun bunga ganja asal Thailand dengan berat 3.087.685,2 gram turut dimusnahkan, sedangkan 9.396 gram disisihkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peringatan HANI 2026 juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika. Pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter: Ali Han
Humas: Ria