NasionalPendidikan

SNT Jadi Strategi Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Bermutu hingga Daerah

215
×

SNT Jadi Strategi Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Bermutu hingga Daerah

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa SNT.

Jakarta, SKPKNews.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan bermutu di seluruh Indonesia. Program ini dirancang tidak hanya menghadirkan sekolah berstandar nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di berbagai daerah, Rabu, 22 Juli 2026.

Program SNT merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.

Pada 2026, pemerintah menetapkan pembangunan SNT di 37 lokasi. Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya memasuki tahap pembangunan tahun ini dan direncanakan menerima peserta didik baru pada 2027. Penetapan lokasi dilakukan melalui proses pengusulan, telaah dokumen, verifikasi, validasi lapangan, serta konfirmasi kesiapan lahan bersama pemerintah daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa SNT bukan sekadar membangun sekolah baru, melainkan menghadirkan layanan pendidikan berkualitas yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah.

Menurutnya, SNT merupakan upaya negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, sekaligus mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta peserta didik secara optimal. SNT juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya.

Program ini mengintegrasikan layanan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Integrasi tersebut meliputi pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, hingga sistem penjaminan mutu.

Penyelenggaraan SNT bertumpu pada tiga transformasi utama, yakni transformasi infrastruktur, transformasi sumber daya manusia, serta transformasi karakter dan pembelajaran. Pemerintah berharap keberadaan SNT mampu menjadi katalis peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah sekitar, termasuk berbagi fasilitas, laboratorium pembelajaran, pendampingan sekolah, dan peningkatan kompetensi guru.

“Keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya, tetapi juga dari meningkatnya kompetensi guru, berkembangnya kolaborasi antar sekolah, serta meningkatnya mutu pendidikan di wilayah tersebut,” ujar Abdul Mu’ti.

Untuk mendukung operasional 17 SNT yang mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah menyiapkan kelas transisi di sejumlah lokasi, termasuk di kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, serta fasilitas belajar yang disediakan pemerintah daerah. Peserta didik yang diterima diprioritaskan berasal dari wilayah tempat SNT berada agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dilaksanakan secara objektif, transparan, inklusif, berkeadilan, dan akuntabel. Tahapan seleksi berlangsung pada 21–24 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 3 Agustus 2026, sedangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 10 Agustus 2026.

Kemendikdasmen mengimbau masyarakat memperoleh informasi mengenai SNT melalui kanal resmi kementerian, pemerintah daerah, dinas pendidikan, maupun portal resmi SNT. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan atau meminta imbalan dalam proses penerimaan peserta didik.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa SNT akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti smart classroom, green school, laboratorium terpadu, future library and learning commons, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, pusat olahraga, hingga layanan transportasi antar-jemput dalam wilayah kabupaten.

Selain itu, SNT akan menerapkan tiga lapis kurikulum, yakni kurikulum nasional sebagai fondasi, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat, serta kurikulum berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan tersebut, setiap SNT diharapkan memiliki keunggulan yang berbeda sesuai karakteristik daerah, seperti bidang pertanian, perikanan, koding, kecerdasan artifisial, maupun sektor unggulan lainnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Deputi III Kantor Staf Presiden, Yan Hiksas, yang menilai SNT merupakan wujud komitmen negara dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi investasi penting bagi masa depan Indonesia, sehingga SNT diharapkan mampu melahirkan generasi kreatif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat internasional.

Reporter: Ali Han
Biro Humas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah